Melukis Mimpi #KamiBerbakti Episode 1

Kita bisa sibuk dengan rutinitas kita sendiri, tidak ada yang berubah bagi mereka.
Kita bisa protes kepada pemerintah , energi habis, pun tidak ada yang berubah bagi mereka.
Kita bisa memilih untuk berAKSI! Lakukan perubahan dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Sulitnya akses pendidikan di provinsi yang terpencil di Indonesia itu “wajar”. Bagaimana jika masih ada sekolah di Jakarta yang kondisinya tidak lebih baik dari sekolah yang berada di provinsi terpencil itu? Ini Jakarta! Ibukota Indonesia. Hellooo...!!

Oleh karena itulah YAFI (Youth's Acts For Indonesia) yang merupakan organisasi dengan anggota para anak muda Indonesia yang memiliki visi misi yang sama untuk mau berAKSI melakukan perubahan, membuat salah satu program bernama #KamiBerbakti yang bertujuan melakukan suatu aksi nyata yang bermanfaat untuk sekitar. Program #KamiBerbakti merupakan program dari isu pendidikan yang menjadi salah satu concern YAFI. 

Jakarta yang notabennya adalah ibu kota Indonesia dengan segudang teknologi dan pembangunan yang maju dan pesat ternyata tidak menjamin kehidupan, bahkan pendidikan gratis 9 tahun yang dicanangkan pemerintah hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu saja, tidak untuk rata-rata anak2 yang memang "membutuhkan".

Miris dan ironis saat tahu kalau di Jakarta ada sekolah yang bernama SD Tambora, sekolah yang letaknya di daerah Tambora, Jakarta Barat, yang kondisinya seperti sekolah di pedalaman dengan sumber daya yang benar2 seperti di daerah provinsi terpencil di Indonesia. Ini ada di Jakarta loh, bukan di pedalaman provinsi terpencil yang notabennya memang belum tersentuh dengan kemajuan pembangunan seperti di Jakarta. Bahkan anak kelas 5 dan 6 nya ada yang belum lancar baca dan tulis. Jakarta! Pusat pemerintahan, pusat perekonomian. Ternyata sekolah seperti yang digambarkan di serial Laskar Pelangi tidak hanya kita temui di daerah terpencil macam belitong, tapi di Jakarta, di sekitar kita juga ada, bahkan mungkin SD Tambora Jakarta Barat hanya merupakan satu dari sekian banyak sekolah yang belum terekspos di Jakarta dengan kondisi yang sama.

Kegiatan YAFI di Episode 1 #KamiBerbakti ini bertema "Melukis Mimpi" pada 17 Desember di SD Tambora. Kami mencoba mengajak adik-adik SD Tambora untuk melukiskan cita-cita mereka supaya mereka terpacu dan selalu bersemangat untuk melihat masa depan.:)

Tapi, kami benar-benar kaget dan miris saat tim YAFI dan para volunteers meminta mereka untuk menggambarkan keinginan dan cita-cita mereka di masa depan, mereka menggambarkan cita-cita mereka menjadi TUKANG GALON, NELAYAN, DLL...!!

Awalnya mereka menggambar ingin menjadi presiden, pengusaha, dll. Namun, selang beberapa lama mereka menghapus gambar mereka dan mengubahnya menjadi nelayan, tukang galon, buruh, dll.:(
Kami bertanya alasan mereka menghapus cita-cita awal mereka. Dan jawaban mereka adalah, "Ini ketinggian ka, aku gak akan bisa jadi kaya gini,,jadi aku mau jadi nelayan aja,atau buruh.." :'(
(*sedih plus heran plus miris dengan keadaan dan semua rasa campur aduk ada di diri para fasilitator waktu itu)

Pelan-pelan tim YAFI mulai memotivasi adik-adik SD Tambora untuk berani bermimpi. YAFI hadir untuk memotivasi mereka bahwa mereka harus berani bermimpi dan meraih mimpi tersebut.
sampai ada ungkapan :
“Walau Sekolah kami belum punya perpustakaan,
Walau Buku pelajaran cuma Lembar Kerja Siswa (LKS),
Walau ekonomi keluarga kami tak seberuntung kalian,
KAMI HARUS BERANI MELUKIS CITA-CITA
KAMI AKAN BELAJAR SUPAYA PINTAR DAN MERAIH CITA-CITA KAMI.”

Beberapa gambar cita-cita adik-adik SD Tambora setelah diberikan motivasi.





Tanggapan adik-adik SD Tambora sungguh luar biasa,  “Wah,  kakak cuma 2x sebulan dateng kesini” | “Yah, padahal seru, coba setiap Sabtu.”

At least, ini masih Episode 1 dari projek pendidikan YAFI, masih ada banyak PR kita bersama-sama untuk melaksanakan episode-episode selanjutnya yang akan menjadi sustainable untuk SD Tambora ini. Mohon doa, bantuan serta donasi juga sangat diperbolehkan bagi teman2 yang berniat menyumbang..:)
YAFI hadir setiap 2x Sabtu dalam sebulan di SD Tambora, Jakarta Barat.

Episode 2 YAFI untuk SD Tambora akan dilaksanakan pada tanggal 12/14 Januari 2012.
Pendaftaran volunteers YAFI akan dibuka pada tgl 2-5 Januari 2012.

Alhamdulillah, banyak dukungan yang YAFI dapatkan untuk lebih mempercepat proses pergerakan bantuan untuk SD Tambora ini. Salah satunya adalah akses untuk kami dapat membantu SD Tambora membangun perpustakaan sekolah. Karena sudah 30 tahun berdiri, sekolah ini belum memiliki perpustakaan. Mohon doanya y teman2 untuk adik-adik kita di SD Tambora.

Bagi teman2 yang mempunyai buku yang bisa disumbangkan untuk kalangan anak SD kelas 1-6, bisa disumbangkan ke YAFI melalui contact person Tyas (02160910269) atau bisa dikirim melalui paket ke alamat:
Jl. Margonda Raya Gg.Mawar 1 No.141 Beji, Pondok Cina, Depok 16424. (atas nama Rabia Edra Almira)

Twitter: @YAFIndo
Web: http://yafindo.wordpress.com/2011/12/17/melukis-mimpi-kami-berbagi-episode-1/


If your actions inspire others to dream more, learn more, think more, and do more you are a leader.
-John Quincy Adams-

0 komentar:

Poskan Komentar