Menggapai Impian dengan Prophetic Learning

Hello, back again. Seperti biasa, kali ini saya ingin menulis artikel liputan kegiatan yang saya ikuti. Kegiatan kali ini adalah Muhasabah motivasi yang dilaksanakan pada Minggu (12/08) bersama teman-teman Winning Indonesia bertempat di Sekolah Alam, Depok. Kegiatan ini adalah kegiatan semacam pesantren kilat bagi para anggota Winning sekaligus muhasabah dan penjelasan seputar materi public speaking seperti materi-materi yang biasa saya dan teman-teman WI dapatkan saat kelas berlangsung. Bonusnya, pada kesempatan kali ini materi tambahan yang cukup lama adalah materi Coaching Business yang diberikan Bpk. Adi Rohadi yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis. Beliau membagikan dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami semua. Bagi saya pribadi, acara ini benar-benar membuka pikiran saya akan semua dream mapping saya yang masih kurang lengkap. Dengan mengikuti berbagai acara-acara muhasabah, lama-lama dream mapping saya mulai lengkap dan tidak bolong-bolong. :D



Lanjut ke materi pertama yang dibawakan oleh Trainer di Winning Indonesia yaitu kak Kris tentang Prophetic Learning. How can we always be a student learner. Yup, karena hidup adalah belajar, belajar dari setiap kejadian yang kita lalui. Materi yang dibawakan berasal dari sebuah buku yang berjudul sama, Prophetic Learning. Prophet yang berarti Nabi, bagaimana caranya kita meneladani cara belajar Rasulullah saw dalam keseharian kita agar senantiasa menjadi manuia pembelajar yang di Ridhoi olehNya.

Dimulai dari pertanyaan pembuka dari kak Kris bahwa setiap kita pasti memiliki impian yang besar. Nah, ada ketentuan-ketentuan yang bisa menjadi pembelajaran bagi kita agar impian kita bisa kita realisasikan dengan cepat, Insya Allah tentu dengan izin Allah swt. :)

Ringkasan materi bisa dilihat disini

Nah, di sesi materi ini juga para peserta diminta untuk menulis cita-cita terbesarnya dalam waktu 15 menit saja. Yup, tanpa pikir panjang karena waktu yang diberikan memang singkat hanya 15 menit saya hanya menuliskan satu impian saya diantara ratusan impian yang ingin saya wujudkan. Pilihan jatuh pada salah satu impian saya untuk menjadi seorang penulis best seller dan menerbitkan buku best seller di ulang tahun saya yang ke-22 pada 25 April 2013 nanti, Insya Allah.

Setelah menuliskan impian, seperti biasa yang selalu dilakukan di Wining Indonesia sesuai dengan basicnya sebagai sekolah Public Speaking, para peserta mulai mempresentasikan impian-impian mereka. Sesi selanjutnya adalah me-list kemampuan-kemampuan pembelajaran apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan impian kita tersebut. Saya ambil contoh pada diri sendiri untuk menjadi seorang penulis. Kemampuan intelektual yang harus saya miliki tentu saja dengan terus mengasah kemampuan menulis mulai dari menulis walau minimal satu lembar setiap hari, aktif bloging, tumblr, aktif di dunia jurnalistik dan apapun yang dapat mengasah kemampuan menulis bahkan jika perlu mengikuti pelatihan sekolah menulis atau membaca buku-buku seputar jurnalistik dan kepenulisan.:)

Langkah selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga semangat dalam menjalani setiap kegiatan-kegiatan pendukung tercapainya impian kita tersebut?
Nah, saya ambil lagi contoh di diri saya lagi saat ingin menjadi seorang penulis. kalo saya lagi down atau terserang writer's blog, bisa diatasi dengan cara yang sebelumnya telah saya paparkan di postingan lalu. Selain itu, coba untuk bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang memotivasi saya dalam menulis? menjadi seorang penulis? apakah eksis? terkenal? Menambah amal ibadah, pahala? Penyebaran informasi? apapun jawaban yang akan muncul nantinya jadikan itu sebagai motivasi untuk konsisten melakukan setiap kegiatan yang mendukung tercapainya impian..:)

Lanjut ke sesi selanjutnya adalah yang paling "ngena" di hati. Kenapa? karena ini menyangkut impian kita dengan amal apa yang bisa kita berikan dan itu semua tentu akan sangat mendekatkan kita dengan Tuhan. Amin.:)

Contoh nilai-nilai spiritual disini saya ambil lagi lanjutan salah satu impian saya untuk menjadi penulis buku best seller pada usia 22 tahun. Nah, nila-nila spiritual bisa dicontohkan dengan misalnya, 100% royalti buku (buku pertama) akan disumbangkan ke suatu yayasan sosial. Betapa bening dan damai bukan?

Itu hanya salah satu contoh nilai spiritual yang bisa disisipkan dalam impian kita, masih banyak nilai-nilai spiritual yang bisa disisipkan pada banyaknya impian kita. Tinggal bagaimana kita bisa bersikap bijaksana akan semunya. Intinya untuk mengharap Ridho Illahi. Amin.:)

At least, menjadi penulis best seller hanya satu diantara sekian banyak impian yang saya ingin wujudkan. Alhamdulillah sebagian sudah terealisasi, dan masih banyak yang masih dalam proses bekerja keras, doa dan keyakinan yang terus saya tanamkan dalam diri.

Yuk, sama-sama berjuang dan berdoa semoga kita semua dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik, dan tentunya dikumpulkan dalam golongan orang-orang yang mendapat syafaat di hari akhir nanti. Insya Allah. Amin.:)

@citraptiwi

0 komentar:

Poskan Komentar