Draft Pembahasan Skripsi (Part 1)

Dears, sudah masuk Minggu kedua bulan September. Sedih, senang. Saya bisa memilih kedua rasa itu.
Tapi, pantaskah saya memilih sedih?

Selalu, kata yang menjadi mantra saat saya sedang bersedih adalah firman Allah di Surah At-Taubah: 40. Mentadaburi firmanNya yang agung tersebut. Keyakinan mulai kembali muncul saat saya benar-benar mengingat dan membaca lagi ayat tersebut.
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah: 40).
Target untuk maju seminar hasil Skripsi pada minggu kedua September rasanya harus sedikit digeser ke minggu akhir September, Insya Allah, saya pastikan itu Tuhan. Janji pada diri sendiri. Jika perlu saya tempel besar-besar dikamar kostan, rumah, wallpaper smartphone agar mudah terlihat. Seperti mengerjakan sebuah deadline. Iya, Dead-line (garis kematian-red). Garis antara perjuangan saya selama 4 tahun ini. Gelar sarjana yang dapat membuat kedua orang tua saya tersenyum lebar atas semua perjuangan mereka.

Rasa malas rasanya adalah hal yang paling besar berperan dalam mundurnya dan belum rampungnya pembahasan skripsi saya. Iya, bukan karena sekian banyak kesibukan organisasi dan tugas liputan yang saya kerjakan juga saat ini. Karena saya sadar dan terbukti, saya masih bisa bernafas lega, masih punya waktu menonton TV, pergi ke bioskop, dan segala hal senggang lainnya. Bukan seperti orang yang terbebani dan menganggap semua amanah organisasi dan pekerjaan saya yang masih aktif menulis menjadi penyebab lambatnya draft pembahasan skripsi saya. Sungguh, bukan karena itu semua. Saya sadar, sangat sadar ini karena rasa malas. Rasa sering menunda yang kerap hadir di diri untuk merampungkan skripsi. :(

La tahzan..
Kalau ini memang murni kesalahan saya, saya memang patut sedih. Sedih karena membiarkan saya terbuai oleh rasa malas dan tidak bersemangat menuntaskan skripsi. Satu yang membuat saya bangkit adalah saat mengingatMu dan kedua orang tua. Iya, bukankah motivasi terbesar memang orang tua. Siapa yang paling bangga saat saya memakai toga?

Ridho Allah Ridho Orang Tua...
Time schedule, saat saya bisa me-manage semua deadline tugas organisasi dan tulisan liputan artikel, kenapa saya tidak mampu me-manage tugas skripsi saya? Sungguh, bukan karena semua kesibukan saya yang menyebabkannya. Murni karena kesalahan saya sendiri. Satu hari 24 jam, masih ditambah ada waktu yang disebut weekend kan?

Kemana saya saat senggang? Weekend saya mungkin disibukan dengan tugas organisasi, rapat, les dan lain-lain. Tapi diluar itu, harusnya saya bisa langsung berfokus pada penulisan skripsi. Konsisten.

Saya berjanji Tuhan, Skripsi saya (Insya Allah) akan selesai di Minggu keempat September 2012 (sudah dalam bentuk hardcover). Seminar hasil (Insya Allah) akan saya lakukan Awal Oktober 2012. Insya Allah, Allah Akbar.! :) 

Jika saya bisa menepati janji saya pada diri sendiri, janji pada kedua orang tua. Berhasil mengalahkan ego dan nafsu, serta keluar dari zona nyaman saya selama ini, saya patut memberi hadiah pada diri saya sendiri. Tidak, tentu bukan saya yang akan menerima buah manis dan hadiah semua itu, Allah lah yang akan memberi hadiah bagi setiap hambaNya yang berjuang, berusaha.

Oh iya, tidak lupa, jangan pernah melupakan cita-cita yang mulai terlintas dibenak saya untuk menjadi seorang penghafal Qur'an. Semoga Allah selalu membimbing saya (kita) untuk terus mendekat padaNya. Bukankah jika kita mendekat, Allah akan berlari menuju kita. Allah maha baik...
"Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS.Al-Baqarah: 148)

@citraptiwi

0 komentar:

Poskan Komentar