Galau? Yakin?

"Enaknya makan dimana nih kita?"
"Gak tahu nih, galau"

"Kenapa loe?"
"Galau gue denger lagunya d'masive siang-siang gini"

"Galau nih, skripsi gue gak kelar-kelar" 


Yup, kata yang rasanya makin booming dan menjamur seperti sudah menjadi kebiasaan dan heran malah jika tidak diucapkan. Lucu ya? :)

Iya, anggap saja sebagai lucu-lucuan. Apa-apa galau, tidak hanya urusan hati tapi semua urusan kita kerap disangkut pautkan dengan yang namanya "galau". Lucu? Tapi, jatohnya malah ke hati loh. Hati-hati.

Saya pun begitu. Tak heran, namanya juga manusia. Untuk segala hal yang masih ghaib, urusan masa depan yang kita tidak pernah tahu akan seperti apa takdirNya, akan siapa jodoh kita nantinya, akan ditempatkan dipekerjaan seperti apa kita kedepannya, dan masih banyak lagi yang membuat kita galau. Dan yang paling sering ya itu, galau urusan hati. Saat pasangan muda-mudi mulai menimbang-nimbang pakah benar mereka adalah pasangan tulang rusuk yang telah Allah pasangkan, tentang semua kebenaran akan hubungan mereka selama ini. Galau? Sering bagi mereka.

Apa yang kamu lakukan saat galau? Mengunci diri dikamar sambil mendengarkan lagu-lagu mellow? Stop makan atau malah pelarian dengan banyak makan? Berjam-jam di depan facebook hanya untuk menghilangkan rasa galau? Hayoo jawab..

Dulu saya begitu, tapi justru itu menjadi titik balik bagi saya dan kehidupan saya. Saya mulai sadar, apakah semua hal yang saya sebutkan diatas benar-benar menghilangkan rasa galau? Yakin menghilangkan? hehee..

Mengutip sedikit dari kata-kata ka Oki Setiana Dewi di web pribadinya:
Sebuah nasihat mengatakan, hati kita ini tidak pernah kosong, kalau ia tidak diisi dengan keta’atan, berarti di dalamnya ada kemaksiatan. Nah! See?

Berarti, kita hanya memiliki dua pilihan : mau dalam keadaan taat, atau mau maksiat. Tidak bisa istirahat, tidak bisa diam. Kalau lengah sedikit, siap-siap syeitan yang akan menguasai hati dan pikiran kita. (naudzubillah...)

Galau bisa dikatakan seperti keadaan hati manusia yang kosong, rapuh, sedih yang tidak digandeng dengan sebuah rasa ikhlas sehingga tidak menimbulkan solusi. Kadang kita kalah dengan keadaan, saya pun pernah bahkan kerap mengalami hal seperti itu, tidak bisa dipungkiri.

Beruntung, Tuhan masih memeluk saya erat-erat. Tidak akan membiarkan saya berlarut dalam hal-hal yang sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan kesedihan itu. Tidak meninggalkan saya saat saya sendiri, tidak mengacuhkan saya seorang diri.

Tidak mungkin ada gelisah jika kita mengingat Allah. Tidak mungkin ada sedih jika kita dekat dengan Allah.
Untuk itulah kita perlu sebuah tindak nyata. Iya, tindak nyata untuk selalu menyibukkan diri agar senantiasa dalam dzikir kepada Allah. Mengingat Allah swt, Tuhan pemilik hati kita, Zat yang dapat membolak-balikkan hati kita.

Untuk apa khawatir dengan segala masa depan kita saat kita yakin akan semua mimpi kita yang melibatkan tangan Tuhan didalamnya?
Untuk apa kita galau akan siapa jodoh kita nantinya, jika kita percaya janji Allah itu pasti bagi kita yang senantiasa memantaskan diri?

Untuk apa dan untuk apa? :)

Based on my self, cara saya pribadi saat rasa galau menghampiri adalah dengan selalu menghadirkan Allah di hati dan pikiran. Iya, Ingatlah Allah dikala susah dan senang.
Sederhana?

Contohnya begini, saat ini yang benar-benar membuat saya galau adalah urusan skripsi, masalah hati dan beberapa hal sepele yang cukup menyita hati saya. Namun memang nampaknya, bukan saya saja yang dibuat galau oleh skipsi, semua mahasiswa pasti dibuat galau olehnya. Nah, saya mulai menghadirkan Allah disana. Mulai tumbuh rasa yakin di hati saat saya mengingatNya. Mulai ringan beban yang hadir dipikiran saat saya yakin Allah selalu hadir di hati dan pikiran. Ini tidak main-main, sesuai dengan firmanNya.
"Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang" (Ar-Ra’du:28)
Dan aku selalu ingat, dalam-dalam di hatiku. Allah selalu ada untuk kita.
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah: 40).
Saat hati kita diombak-ambik masalah perasaan, dan segala hal yang bisa membuat kita "galau" Ingatlah itu merupakan ujian hati. Ujian yang Allah berikan untuk kita, untuk menguji kita akankah tetap istiqamah dijalan-Nya atau malah berpaling dari-Nya (naudzubillah...).

Yuk, perbanyak dzikir pada Allah, shalawat kepada kekasihNya Muhammad saw. :)
Semoga Allah selalu meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendekatkan kita dengan orang-orang yang terbaik pilihanNya. Amin.:)

Masih galau? Yakin?

@citraptiwi

0 komentar:

Poskan Komentar