Social Media: Lebih dari Sekedar Ajang 'mengeksiskan' Diri


Bicara soal Social Media memang tidak bisa lepas dari pemanfaatannya untuk ajang 'mengeksiskan' diri. Lebih dari itu, social media (facebook, twitter, blog, dll) saat ini merupakan cara paling ampuh untuk menyebarkan informasi secara mudah dan cepat kepada masyarakat. Hampir semua orang dari berbagai kalangan menggunakan dan memanfaatkan social media.

Namun, pemanfaatan social media nampaknya dapat menjadi bumerang bagi diri kita pribadi jika 80% pemanfaatannya hanya sebagai ajang 'mengeksiskan' diri. Dengan manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan social media yang tepat, bukan tidak mungkin bagi kita untuk dapat beraksi lebih untuk masyarakat yang membutuhkan dan menjadi pejuang kemanusiaan lewat social media. Bagaimana caranya?

Mengambil contoh dari teman-teman saya yang tergabung dalam Cyber Volunteer di lembaga ACT (Aksi Cepat Tanggap), bukan tidak mungkin untuk menjaring banyak bantuan dalam waktu singkat dengan menggunakan social media. Anne, salah seorang teman saya di ACT yang selalu update informasi di sekitar lokasi bencana ini aktif memanfaatkan twitter sebagai salah satu upaya untuk menjaring bantuan yang lebih luas lagi. 

Tugas sebagai Cyber Volunteer yang cukup simpel terutama bagi para kaula muda yang tidak bisa lepas dari social media dengan selalu mengupdate dan mengabarkan berita-berita terbaru dari lapangan menghasilkan manfaat yang cukup besar bagi para korban bencana. Hal kecil seperti terus mengabarkan berita-berita di lapangan melalui akun twitter dapat mendorong para follower dari berbagai kalangan dan seluruh kota untuk mengetahui dan akhirnya ikut membantu korban bencana.

Terbukti saat bantuan untuk para korban ternyata datang lebih cepat. Semakin banyak donatur yang bahkan datang langsung ke lokasi bencana dan mengaku mengetahui informasi melalui twitter hingga akhirnya tergerak untuk ikut membantu.

Sejatinya, social media memang harus selayaknya juga menjadi hal yang lebih bermanfaat daripada hanya sekedar update status dan upload foto. Kita bisa menjadi pejuang kemanusiaan hanya dengan bermodal smartphone yang selalu kita bawa dimanapun kita berada. 

Contoh lain berupa penyebaran informasi saat kita tengah berlibur di suatu wilayah terpencil Indonesia. Pemberitahuan tempat dan wilayah terpencil, kondisi pemukiman dan masyarakat juga bisa menjadi penyebaran informasi yang sangat berguna untuk peningkatan kualitas dan infrastruktur penduduk wilayah tersebut.

Masih ingat masalah jembatan putus di daerah Lebak, Banten? dimana para siswa siswi yang akan berangkat sekolah harus rela bergelayutan diantara jembatan yang telah rubuh dengan resiko terjatuh ke sungai yang dalamnya kita bisa membayangkan bagaimana dalamnya sungai di daerah Lebak, Banten.

Satu foto jembatan dengan anak-anak yang sedang bergelayutan yang beredar di social media mampu menarik perhatian dan simpati masyarakat. Media lain kemudian berlomba-lomba untuk mengabarkan kabar terbaru di wilayah tersebut hingga akhirnya bantuan dari pemerintah setempat akhirnya datang.

Dahsyat ya social media? :)

Itulah mengapa saya selalu berkeinginan dan tidak mau berhenti bergelut di dunia informasi khususnya bidang jurnalistik karena manfaat yang dihasilkan cukup besar untuk membantu lingkungan sekitar dan mengajak masyarakat untuk 'membuka mata' bahwa ada suatu 'kejadian' yang patut untuk diperhatikan.

Yuk, sekarang lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan social media.

Siap bersama-sama menjadi pejuang kemanusiaan di social media? :) 


Hit me on twitter:

5 komentar:

leniwijayanti.com at: 8 Maret 2013 04.32 mengatakan...

memanfaatkan cyber untuk kepentingan banyak orang (walaupun sekedar RTed kabar tentang dibutuhkan golongan darah tertentu misalnya) lebih baik daripada isinya galau melulu (^^)

Joe Rizky at: 8 Maret 2013 06.22 mengatakan...

kalo social media sebagai sarana bisnis online itu baik ya :)

citra_nies at: 9 Maret 2013 01.42 mengatakan...

@Leni: Yup, betul banget ka. RT tweet2 yang bermanfaat sangat lebih cetar daripada hanya sekedar update kegalauan yang akhirnya kehidupan pribadi kita diketahui orang sejagat twitter ya.(^^)
Dahsyatnya lagi kalau (atas ijin Allah) bisa membantu nyawa seseorang (red-butuh donor darah). In sya Allah pahalanya ngalir. Aamiin :)

@Joe: Nah.! ini cetar.! memanfaatkan socmed buat bisnis, dapet keuntungan daripada status galau terus ya ka. :)

suganda atmaja at: 13 Juni 2013 17.17 mengatakan...

jangan menyalah gunakan Social media.agar kita tidak terjebak didalamnya.

suganda atmaja at: 13 Juni 2013 17.21 mengatakan...

bersabarlah dalam menghadapi semua cobaan ini.

Poskan Komentar