Rumus Cinta



Oke, Dear!
Tulisan ini saya buat pukul 03.00 dini hari. Terbangun dan biasanya mengambil wudhu untuk bermunajat dan termenung dalam sepertiga malam. Tapi, kali ini saya sedang libur ibadah (bulanan), maka saya putuskan untuk membuka laptop dan iseng membuka-buka kumpulan tulisan di tumblr.
Yup! Tema kali ini adalah tentang "Cinta dan Kerinduan". Hmmmm, maaf agak mellow malam-malam. Sedang ingin menulis itu saja, atau mungkin saya sedang rindu. Rindu pada seseorang yang saya belum tahu siapa namanya dan dimana ia sekarang. Masih disimpan rapat dan dijaga dalam penjagaan-Nya dibelahan bumi yang lain.:)
Oke, mulai! 
Jika berbicara masalah ‘jodoh' dan kita sangkut pautkan dengan hati yang sedang bergejolak. saya sedikit menemukan sebuah rumus, tidak bisa dikatakan rumus matematika, karena cinta tidak serumit rumus matematika yang sudah “pasti”. Bukan 1+1 sama dengan 2. 
Cinta itu misteri dan murni tentang hati. saya ingin coba terka menurut pandangan saya. Mungkin bisa salah, karena saya hanya menerka. Allah-lah pemilik segala kesempurnaan dan kepastian.:)
Terkaan saya seperti ini:
“Jika dua insan yang saling mencintai saja belum tentu berjodoh. Apalagi yang cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Cinta yang tidak terbalas merupakan salah satu indikasi bahwa ‘mungkin’ dia bukan jodoh kita. Cukup jelas, kan?” :)
Allahuallam.:)
Inti dari terkaan saya ini adalah->
Saat kita menyukai seseorang, lalu sadar bahwa “dia” tidak merespon dan cinta kita tidak bersambut dengan indah. Cepat-cepat tinggalkan dan lupakan. Sudah sangat jelas bahwa Allah tidak menghadirkan perasaan (pula) di hati orang yang kita sukai apalagi berusaha untuk sama-sama mendekat ke jenjang yang lebih syar'i (menikah), untuk apa kita teruskan?
Bagi para wanita, tetaplah diam dalam kepastian untuk seseorang yang sudah Allah siapkan untuk kita. Pilihan-Nya tidak pernah salah, ia akan setipe dan sekufu dengan kita, Dear!:)
Muslimah, diam dalam menyukai lebih baik dan terhormat daripada mengumbar cinta yang “tidak pasti”. Kita ini muslimah. Oke, Dear.:)
Semoga Allah selalu menjaga perasaan kita sebagai seorang muslimah. Selalu mengaktifkan hati dan perasaan kita untuk lebih “peka” kepada siapa yang berhak kita sukai. Tidak lantas berlarut dalam kesedihan jika cinta kita ‘bertepuk sebelah tangan’. Sudah jelas kan, dear..:)

Semoga ini menjadi obat bagi para muslimah yang 'cintanya tidak (belum) bersambut dengan indah'. Akan tiba masanya, Dear! Yakin dan percaya pada Allah, kan? :) 



Saat Allah menjauhkan seseorang yang kita cintai, itu berarti Allah sedang mendekatkan kita kepada seseorang yang pantas kita cintai menurut-Nya. Jangan bersedih..
 
La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana (Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita) 


Hit me on twitter:
@citraptiwi

1 komentar:

wihikan mawi wijna at: 6 April 2014 03.27 mengatakan...

Manusia berusaha saja sebaik mungkin, nanti Tuhan yang menunjukkan jalan.

Poskan Komentar