Tentang Jodoh dan Perbaikan Diri

"Jodohmu, Cerminanmu"
Kata-kata yang sering kali digaungkan para single ditengah kesibukannya "mencari" jodoh. Entah untuk memotivasi diri agar menjadi lebih baik atau untuk melarikan diri dari kenyataan bahwa "jodoh" saya tak kunjung datang mungkin karena saya belum "baik".

Apapun alasannya, berproses untuk menjadi lebih baik setiap harinya adalah motivasi tersendiri yang selalu saya tanamkan dalam-dalam di diri.

 Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Read.!
Jika Allah saja sudah menjamin dan memasangkan setiap wanita dan pria sesuai dengan karakternya masing-masing. Masih mau membuang-buang waktu dan tidak memperbaiki diri?

Gampangnya, jika kamu malas-malasan dan membuang-buang waktumu untuk semua hal yang sia-sia. "Mungkin" jodohmu juga sedang membuang-buang waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna.

Jodoh itu fleksible, menurut saya. 

Jadi begini, tulisan ini saya buat sebenarnya untuk memotivasi diri saya khususnya terkait masalah "Pasangan dan Jodoh". Kenapa? Yup.! Tidak lain dan tidak bukan adalah karena pasti setiap manusia menginginkan jodoh seperti yang selalu mereka tulis di dreamboard impian masing-masing.

Tidak usah dibongkar, sudah bisa ditebak setiap orang pasti menginginkan pasangan yang "baik". Atau setidaknya yang dapat membimbing satu sama lain menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. 

Pertanyaannya?
Apakah kita sudah menjadi pribadi yang baik?
Apakah setiap harinya kita selalu berusaha berjuang untuk menjadi lebih baik?
Berapa jam dalam sehari kita menggunakan waktu untuk hal-hal tidak berguna?

Tadaaaa.!
Dari semua pertanyaan yang saya sendiri ajukan. Saya sadar, saya (memang) belum sepenuhnya menjadi pribadi yang baik. Masih belum dewasa dan bahkan kadang overload memilih antara melakukan pekerjaan prioritas dan yang bukan prioritas. 

Oke.!
Cukup, Jika sudah sadar. Bukankah saatnya untuk berubah dan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Ucapkan "Istighfar" setiap kali kita sadar telah melakukan kesalahan. Allah mendengar dan mengampuni setiap hamba-Nya yang masih mengingat-Nya, kan?

"Kutitipkan dia pada-Mu sampai aku berubah menjadi lebih baik, Rabb"

Tulisan ini memang sedikit out of topic. Tapi, overall, semoga tidak ada yang tertulis selain kebermanfaat bagi teman-teman sekalian.


Cheers,
Hit me on twitter:
@citraptiwi

0 komentar:

Poskan Komentar