Jurnalistik Kemanusiaan: Menggugah Kepedulian Melalui Jurnalistik

Bonjour.! Hello my dearest Readers.!
Kembali lagi ke liputan acara yang saya ikuti tepatnya pada Kamis (26/07) yang bertempat di Aula Madya UIN Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh MPS (Mahasiswa Peduli Somalia) dan disponsori oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) for Humanity ini merupakan acara pelatihan Jurnalistik Kemanusiaan angkatan pertama dengan tema "Berbagi Informasi, Berbagi Kebahagiaan, Berhati Cantik dengan Jurnalistik". Acara berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir ba'da Maghrib setelah ifthor bersama sekitar pukul 18.35 wib.


Awal mula mendapat kabar informasi tentang pelatihan ini, sontak Saya langsung menerima dan mendaftar untuk menjadi salah satu peserta di Training ini. Why? sudah jelas jawabannya adalah karena ketertarikan dan keingintahuan saya di bidang jurnalistik dan kepenulisan.
At least, saya memang orang yang cukup on time bahkan in time, paling tidak suka datang melewati jadwal perjanjian dan pemberitahuan acara, maka saat diberi tahu oleh panitia acara bahwa para peserta datang pukul 07.30 wib, saya pun tidak mengulur-ngulur waktu untuk datang telat, walau mungkin itu hanya gertakan panitia untuk mengantisipasi para peserta agar tidak telat, namun saya berusaha untuk menghormati respon yang diberikan panitia. Hehe soalnya sering juga ngerasain jadi panitia yang harus nge-handle peserta tidak kurang dari 70an orang.


Acara sendiri baru dimulai pukul 08.15 dan dibuka oleh sambutan-sambutan dari pembantu Rektor UIN Jakarta dan Bpk. Ahyudin selaku Presiden ACT. Inti dari sambutan Bpk. Ahyudin ini adalah seputar nilai-nilai kemanusiaan. Bagaimana nilai kemuniasaan harus ada dalam diri setiap pribadi. Dimulai dengan penuturan bahwa ada sekitar 1,4 Milyar penduduk bumi yang berada di bawah garis kemiskinan dan video tentang keadaan masyarakat di Somalia yang merupakan negara termiskin di dunia. Tidak hanya sampai disitu, Pak Ahyudin juga menuturkan betapa mulianya seseorang yang sukses dan sudah aman hidupnya tapi masih mau berjuang untuk memikirkan kehidupan sekitar

Acara selanjutnya adalah penuturan dan penjelasan oleh bapak Iqbal Setyarso selaku pembina MPS (Mahasiswa Peduli Somalia) dan merangkap sebagai direktur GPM (Global Philantrophy Media) yang telah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik kemanusiaan bersama ACT (Aksi Cepat Tanggap) dalam memperkenalkan dunia kemanusiaan melalui jurnalistik.

Inilah materi yang ditunggu-tunggu, penuturan dan penjelasan seputar apa itu Jurnalistik Kemanusiaan dan Kepemimpinan dan apa bedanya dengan jurnalistik pada umumnya akan saya coba jelaskan ulang secara singkat, semoga bermanfaat. :)

Sudah tahu kan, gimana kecekatan dan kemampuan seorang jurnalis saat meliput suatu berita? Kemampuannya dalam mencari informasi dan mengemasnya menjadi sebuah tulisan memang patut diacungi jempol, terutama untuk berita-berita yang memang harus segera diupdate seperti berita bencana contohnya. Namun, tentu saja kecepatan dalam mendapatkan informasi tersebut tidak boleh melalaikan kecermatan kita saat menulis beritanya. Informasi harus jelas, padat dan terpercaya. ;D

Nah, sekarang apa sih Jurnalistik Kepemimpinan itu?
Berasal dari arti pemimpin itu sendiri yang berarti leading, memimpin, terdepan. Ya, Jurnalistik Kepemimpinan pun sama seperti arti pemimpin. Intinya adalah tulisan yang ditulis untuk melakukan suatu perubahan, mendorong orang untuk melakukan apa yang kita gagas dan menjadi pusat pengaruh yang menjadi magnet perubahan.
Pasti banyak dari kita yang juga sadar, tulisan memang kerap mengubah suatu kontruksi sosial di masyarakat. Dan saat tulisan kita mengenai berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di masyarakat dan berhasi membuat orang/ para pembaca tersentuh hingga mau berbuat lebih untuk ikut membantu persoalan kemanusiaan tersebut, semoga itu bisa menjadi ladang amal bagi kita dan juga orang-orang yang tersentuh hatinya saat itu. Amin.

See? Betapa tertantangnya Saya dengan Jurnalistik Kepemimpinan dan Kemanusiaan. Menyebarkan informasi-informasi bermanfaat dan berita seputar kemanusiaan yang memang seharusnya orang ketahui, tidak perlu ditutup-tutupi, tidak perlu ditakuti. Sebarkan saja, Fastabikhul khairat, semoga ini bisa menjadi ladang penambah amal bagi kita. Amin. :)

Makin semangat menulis? :)




@citraptiwi




0 komentar:

Poskan Komentar