Showing posts with label youth movement. Show all posts
Showing posts with label youth movement. Show all posts

Volunteer Day 2 di Rumah Belajar Kita (Bulak Rantai)

Yup.!
Late repost tapi tidak mengurangi keseruan cerita yang akan saya bagikan kali ini.

Seminggu yang lalu, yaitu pada Sabtu (03/05) bertempat di salah satu cabang Rumah Belajar Kita di Bulak Rantai, saya bersama dengan kakak dan adik-adik RBK kembali mengadakan kegiatan belajar sambil bermain yang rutin dilakukan tiap Sabtu pagi di TBM Masjid Fatahilah. 


Volunteer di Rumah Belajar Kita Bulak Rantai

"Tidak perlu menunggu duduk di kursi legislatif untuk melakukan perubahan terhadap negeri ini. Kau hanya perlu satu visi, lalu fokus kepada solusi. Tak perlu berjanji sana sini apalagi sampai sikut kanan kiri.  
Negeri ini bisa dibangun oleh muda mudi yang mengenal negaranya seperti mereka mengenal diri sendiri."
Sepenggal kata yang saya temukan di akun fanpage sebuah komunitas bernama "Rumah Belajar Kita".

Sempat vakum selama hampir setahun mengikuti kegiatan volunteer sana sini karena masih beradaptasi mengatur waktu antara pekerjaan di tahun pertama dan jarak yang cukup jauh dengan seluruh kegiatan volunteer yang dijalani waktu kuliah dulu. Akhirnya, beberapa waktu terakhir ini menemukan sebuah komunitas yang memiliki visi dan misi yang sama sesuai keinginan untuk kembali terjun di dunia volunteer pendidikan bersama adik-adik yang membutuhkan.

Menyuarakan Pendapat Lewat Tulisan

Hello my dearest reader, damn sorry for the late update.
Almost three months I didn't write in my official blog. Hectic with many articles waiting to done in my job as copy writer and also social admin. Try to do my best.!


Oke, kali ini gue mau sharing tentang materi yang gue dapet dari Youth Camp Indonesia Berseru Februari lalu pas sesi Jurnalistik yang diisi sama Mbak Emma (Editor in chief Chic Magazine). hihi, tiga bulan yang lalu dears acaranya,, tapi gak apa-apa. Insya Allah ilmunya bermanfaat ya.:)
Check this out.! :D

Kalo dibilang hebohnya suara pemuda, Speak up.! and many more, pendapat kita itu gak melulu hanya bisa disuarakan dengan suara guys. Tulisan juga bisa menjadi media komunikasi yang efektif loh. bahkan sangat efektif. mungkin daripada kita cape-cape teriak-teriak supaya pendapat kita di dengar, lebih efektif jika kita menuliskan ide dan pendapat kita, lebih bagus lagi kalau masuk jurnal nasional, tentu akan semakin banyak yang akan membaca dan mengetahui ide dan pendapat kita. :)

Masih ingat dong gimana buku-buku dan tidak sedikit juga tulisan-tulisan sudah menjadi kontroversi dan mengubah suatu konstruksi sosial di masyarakat. Ini adalah bukti dari kuatnya media tulisan dalam mempengaruhi pembaca. Tapi, nulis juga gak asal nulis guys, tentu ada aturan dan kaidah-kaidah yang harus diikuti. Tentunya mengikuti EYD dan yang paling penting tidak mengandung SARA yang akhirnya memecah dan mengadu domba kelompok tertentu. Karena, tentu tujuan kita menulis adalah untuk menyebarkan ide dan pendapat yang bermanfaat kan, bukan untuk menyebar permusuhan.:)

Di Youth Camp Indonesia Berseru lalu gue dapet sharing knowledge dari Editor in Chief nya Chic Magazine, Mbak Emma, she's a warm welcoming and attractive woman. Mbak Emma berbagi pengetahuan seputar gimana caranya kita menyuarakan pendapat kita lewat tulisan supaya pembaca dapat lebih memahami ide tulisan kita guys.

Membuat tulisan itu seperti kita menulis surat guys, langkah-langkah yang harus diperhatikan saat kita ingin membuat suatu tulisan adalah:

Who (Says)
Menandakan siapa kita, artinya adalah siapa pengirim pesan itu, ini bisa menyangkut ke gaya tulisan kita aat merangkai kata-kata. Kita tentu punya ciri dan gaya sendiri kan saat merangkai kata-kata.:)

What (to)
Nah ini yang penting guys.! bagian ini menandakan apa pesan yang ingin kita sampaikan ke pembaca. Tetntunya ide di kepala kita sudah menumpuk dan kita sudah tahu ide besar apa yang ingin kita sampaikan dan beritahukan ke pembaca nantinya.

Whom (in)
Yup, sama seperti kita menulis surat. Ada penulis, isi dan tentu ada si penerima. Kepada siapa tulisan ini kita tunjukkan. Disini berarti segmentasi pembaca kita. Tentu kita juga sudah bisa menilai segmentasi tulisan kita ini untuk siapa guys. Bisa untuk remaja, orang tua, bahkan untuk anak-anak seperti kita menulis di tabloid anak-anak. Bahasa yang digunakan tentu berbeda. Mabka Emma menambahkan segmentasi penting untuk mengatahui gaya tulisan kita. Soal segmentasi lanjut Mbak Emma kita perlu memperhatikan jenis kelamin pembaca kita, apakah kita akan menulis untuk pembaca yang mayoritas perempuan, laki-laki, kemudian status, ini juga penting guys, tentu kita gak mungkin kan menulis dengan gaya bahasa yang hanya bisa dimengerti kalangan manager sementara pembaca kita mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga..Jleb..:)

What Chanel (with)
Nah pada sesi ini kita sudah masuk ke saluran media yang akan kita gunakan.

Dan dari semua persiapan kita menulis tersebut point penting adalah What Effect. Sama seperti kita menulis surat, tentu kita ingin mendapatkan respon dari pembaca kita, apakah ingin pembaca menjadi tenang, marah, senang atau bahkan sedih dan iba setelah membaca tulisan kita. Nah, dalam tulisan kita juga harus bisa memprediksi apa respon yang kita inginkan dari pembaca setelah membaca tulisan kita. Apakah kita ingin pembaca menjadi senang, marah, sedih atau galau setelah membaca tulisan kita. it's up to your choice guys.:)

Setelah semua senjata sudah kita kuasai. Tentu kita ingin mendapatkan respon dan hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Pesan/ tulisan dianggap berhasil jika pesan kita tersampaikan dengan baik, tepat sasaran (objek, pembaca), pesan kita dipahami dengan benar sehingga pembaca tidak menimbulkan kesalahpahaman, serta tentunya pesan kita direspon sesuai keinginan dan harapan kita.

Tentu, lanjut Mbak Emma masih dalam sesi sharing, tulian kita harus jelas, mudah dipahami, dan pergunakan rumus KISS.! Keep it simple, Sweetheart. Yup, bener banget kata Mbak Emma, just make our words simply.!

Terakhir sebelum sesi tanya jawab para peserta, Mbak Emma memberikan tips agar kita bisa terus aktif menulis dan terhindar dari writer's block. Yup, caranya adalah selalu mengkondisikan mood kita saat menulis, tulis semua ide dan gagasan yang ada di pikiran. Dan yang paling penting, bawalah gadget/ notebook kecil kemanapun kita pergi. Catat semua ide dan gagasan yang muncul secara tiba-tiba, jangan pernah menunda mencatatnya, karena ide itu mudah muncul tapi juga mudah menguap guys. hehe.:)

Selamat Menulis.!

@citraptiwi

(part 2) Episode 2 YAFI "Melompat Lebih Tinggi"



Hallo readers, masih lanjutan kegiatan saya bersama teman-teman tim dan volunteers YAFI (Youth's Acts for Indonesia) untuk adik-adik SD Tambora, Jakarta Barat. Episode 2 kali ini mengangkat tagline "Melompat Lebih Tinggi". Tujuan utama dari episode 2 ini adalah mengetahui kemampuan dasar adik-adik SD Tambora dalam hal edukasi dasar seperti membaca, menulis, berhitung dan kemampuan menganalisi suatu persoalan. Di episode 2 kali ini dibagi menjadi 4 pos dengan masing-masing tema pos membaca, menulis, berhitung dan berdiskusi. Hasil jawaban yang diberikan oleh masing-masing adik-adik akan dievaluasi oleh panitia dan kakak-kakak pendamping. Dari hasil jawaban yang diberikan, kakak-kakak pendamping bisa melihat dan menilai adik-adik yang memang membutuhkan bimbingan lebih intens.

Suatu kegiatan yang dapat kami berikan kepada adik-adik SD Tambora adalah bentuk pengajaran sukarela yang YAFI rangkai menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan. Di awal episode YAFI "Melukis Mimpi", adik-adik yang berpartisipasi mengikuti rangkaian kegiatan YAFI #KamiBerbakti ini adalah adik-adik kelas 5 dan 6 saja. Tapi, di episode 2 kali ini ternyata adik-adik kelas 4 juga antusias ingin mengikuti rangkaian kegiatan #KamiBerbakti ini. Kami sangat senang melihat antusias dan kemauan adik-adik Tambora dalam kegiatan YAFI ini. Berbagai pos dilalui dan diikuti oleh adik-adik Tambora dengan semangat dan antusias.





Hasil yang diperoleh dari masing-masing pos ternyata cukup mencengangkan untuk sebagian adik-adik yang membutuhkan bimbingan yang lebih intens. Guys, seperti yang sudah saya ceritakan di part 1 episode 1 #KamiBerbakti "Melukis Mimpi" atau teman-teman pembaca bisa kunjungi blog YAFI, sebagian adik-adik SD Tambora kelas 5 dan 6 ada yang belum lancar baca dan tulis guys,.:( Kami cukup kaget ketika mengetahui hal tersebut, namun kami berusaha memahami keadaan lingkungan di sekitar adik-adik Tambora. Oleh karena itu, di episode 2 kali ini tujuan utama kami adalah mengetahui adik-adik yang memang membutuhkan bimbingan yang lebih intens.

Adik-adik yang mengikuti rangkaian acara #KamiBerbakti kali ini berjumlah sekitar 24 adik-adik. Dari semuanya, kami mendapatkan dan mengevaluasi adik-adik yang memang membutuhkan bimbingan intens. Kami berharap kegiatan kami ini akan dapat bermanfaat bagi adik-adik SD Tambora. Amin..



Semangat berbagi dan menginspirasi reader..
Follow: @YAFIndo
Blog: yafindo.wordpress.com

Anak Muda Dukung Pangan Lokal


Bundaran HI, Minggu (16/10) dipadati oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Shout! Indonesia, Aliansi Desa Sejahtera (ADS). Mereka menggelar aksi menyambut Hari Pangan Sedunia untuk menyuarakan kondisi pangan lokal di Indonesia saat ini. Spanduk-spanduk dan tulisan-tulisan berisi fakta-fakta presentase impor bahan pangan Indonesia diperlihatkan secara gamblang dalam aksi ini. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman bahan pangan nyatanya masih mengimpor bahan pangan lebih dari 50%. Hal ini tentunya berdampak pada anggaran pengeluaran negara dan khususnya pada hidup para petani lokal. World Food Day 2011 nampaknya menjadi sebuah momentum yang baik untuk menyuarakan aspirasi menyangkut masalah pangan di negeri ini. Fakta yang menunjukkan Indonesia masih mengimpor bahan pangan lebih dari 50% ini menunjukkan bahwa Indonesia masih tergantung pada impor untuk mendapatkan bahan pangan. Padahal menurut data sumber dari ADS (Aliansi Desa Sejahtera) Indonesia kaya akan berbagai sumber bahan pangan lokal diantaranya 77 sumber karbohidrat, 75 sumber lemak, 26 kacang-kacangan, 389 buah-buahan, dan 232 sayur-sayuran.

 
Kami juga membagikan cupcakes asli Indonesia 100% yang terbuat dari tepung Garut, Jawa Barat berbahan dasar Umbi. Aksi ini juga didukung oleh tim kelompok tari Saman Universitas Pelita Harapan yang mempertunjukkan keahlian mereka mementaskan tari khas Aceh sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pangan lokal Indonesia.



Kami percaya ketahanan dan kedaulatan pangan dapat tercapai jika masyarakat kompak dalam mengkonsumsi pangan lokal Indonesia dan terus mendukung produk lokal Indonesia.

"...pangan adalah urusan hidup mati bangsa" Soekarno 1952.

see the report on this link http://regional.kompasiana.com/2011/10/21/anak-muda-dukung-pangan-lokal-indonesia/