Showing posts with label Tips and Trick. Show all posts
Showing posts with label Tips and Trick. Show all posts

6 Tips Merencanakan Liburan Hemat


Dear lovely readers!

Detik-detik liburan sudah didepan mata. Buat kamu yang berniat liburan tapi bingung karena sedang hemat. Tidak usah khawatir. 

Sedang hemat bukan berarti tidak bisa menikmati liburan ke suatu tempat.

Itu yang selalu aku coba lakukan ketika akan berniat berlibur. Kantong aman, liburan nyaman. ^^

Liburan kamu bisa tetap menyenangkan tanpa perlu mengeluarkan bugdet banyak, lho. Yuk disimak tips berikut!




Hanya dengan 100 ribu sudah bisa punya Reksadana


Hallo guys.!

Lama sepertinya tidak update blog. ^^

Kali ini saya ingin share seputar reksadana. Yup, salah satu jenis investasi yang kurang familiar bagi sebagian orang dibandingkan investasi sejenis (deposito, tabungan, dll) namun keuntungan dan kemudahannya ternyata lebih besar, loh. Itulah informasi yang saya dapatkan dari para pakar keuangan (financial planner) sehingga akhirnya saya tertarik untuk memiliki investasi reksadana. ^^




Menggapai Impian dengan Prophetic Learning

Hello, back again. Seperti biasa, kali ini saya ingin menulis artikel liputan kegiatan yang saya ikuti. Kegiatan kali ini adalah Muhasabah motivasi yang dilaksanakan pada Minggu (12/08) bersama teman-teman Winning Indonesia bertempat di Sekolah Alam, Depok. Kegiatan ini adalah kegiatan semacam pesantren kilat bagi para anggota Winning sekaligus muhasabah dan penjelasan seputar materi public speaking seperti materi-materi yang biasa saya dan teman-teman WI dapatkan saat kelas berlangsung. Bonusnya, pada kesempatan kali ini materi tambahan yang cukup lama adalah materi Coaching Business yang diberikan Bpk. Adi Rohadi yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis. Beliau membagikan dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami semua. Bagi saya pribadi, acara ini benar-benar membuka pikiran saya akan semua dream mapping saya yang masih kurang lengkap. Dengan mengikuti berbagai acara-acara muhasabah, lama-lama dream mapping saya mulai lengkap dan tidak bolong-bolong. :D



Lanjut ke materi pertama yang dibawakan oleh Trainer di Winning Indonesia yaitu kak Kris tentang Prophetic Learning. How can we always be a student learner. Yup, karena hidup adalah belajar, belajar dari setiap kejadian yang kita lalui. Materi yang dibawakan berasal dari sebuah buku yang berjudul sama, Prophetic Learning. Prophet yang berarti Nabi, bagaimana caranya kita meneladani cara belajar Rasulullah saw dalam keseharian kita agar senantiasa menjadi manuia pembelajar yang di Ridhoi olehNya.

Dimulai dari pertanyaan pembuka dari kak Kris bahwa setiap kita pasti memiliki impian yang besar. Nah, ada ketentuan-ketentuan yang bisa menjadi pembelajaran bagi kita agar impian kita bisa kita realisasikan dengan cepat, Insya Allah tentu dengan izin Allah swt. :)

Ringkasan materi bisa dilihat disini

Nah, di sesi materi ini juga para peserta diminta untuk menulis cita-cita terbesarnya dalam waktu 15 menit saja. Yup, tanpa pikir panjang karena waktu yang diberikan memang singkat hanya 15 menit saya hanya menuliskan satu impian saya diantara ratusan impian yang ingin saya wujudkan. Pilihan jatuh pada salah satu impian saya untuk menjadi seorang penulis best seller dan menerbitkan buku best seller di ulang tahun saya yang ke-22 pada 25 April 2013 nanti, Insya Allah.

Setelah menuliskan impian, seperti biasa yang selalu dilakukan di Wining Indonesia sesuai dengan basicnya sebagai sekolah Public Speaking, para peserta mulai mempresentasikan impian-impian mereka. Sesi selanjutnya adalah me-list kemampuan-kemampuan pembelajaran apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan impian kita tersebut. Saya ambil contoh pada diri sendiri untuk menjadi seorang penulis. Kemampuan intelektual yang harus saya miliki tentu saja dengan terus mengasah kemampuan menulis mulai dari menulis walau minimal satu lembar setiap hari, aktif bloging, tumblr, aktif di dunia jurnalistik dan apapun yang dapat mengasah kemampuan menulis bahkan jika perlu mengikuti pelatihan sekolah menulis atau membaca buku-buku seputar jurnalistik dan kepenulisan.:)

Langkah selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga semangat dalam menjalani setiap kegiatan-kegiatan pendukung tercapainya impian kita tersebut?
Nah, saya ambil lagi contoh di diri saya lagi saat ingin menjadi seorang penulis. kalo saya lagi down atau terserang writer's blog, bisa diatasi dengan cara yang sebelumnya telah saya paparkan di postingan lalu. Selain itu, coba untuk bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang memotivasi saya dalam menulis? menjadi seorang penulis? apakah eksis? terkenal? Menambah amal ibadah, pahala? Penyebaran informasi? apapun jawaban yang akan muncul nantinya jadikan itu sebagai motivasi untuk konsisten melakukan setiap kegiatan yang mendukung tercapainya impian..:)

Lanjut ke sesi selanjutnya adalah yang paling "ngena" di hati. Kenapa? karena ini menyangkut impian kita dengan amal apa yang bisa kita berikan dan itu semua tentu akan sangat mendekatkan kita dengan Tuhan. Amin.:)

Contoh nilai-nilai spiritual disini saya ambil lagi lanjutan salah satu impian saya untuk menjadi penulis buku best seller pada usia 22 tahun. Nah, nila-nila spiritual bisa dicontohkan dengan misalnya, 100% royalti buku (buku pertama) akan disumbangkan ke suatu yayasan sosial. Betapa bening dan damai bukan?

Itu hanya salah satu contoh nilai spiritual yang bisa disisipkan dalam impian kita, masih banyak nilai-nilai spiritual yang bisa disisipkan pada banyaknya impian kita. Tinggal bagaimana kita bisa bersikap bijaksana akan semunya. Intinya untuk mengharap Ridho Illahi. Amin.:)

At least, menjadi penulis best seller hanya satu diantara sekian banyak impian yang saya ingin wujudkan. Alhamdulillah sebagian sudah terealisasi, dan masih banyak yang masih dalam proses bekerja keras, doa dan keyakinan yang terus saya tanamkan dalam diri.

Yuk, sama-sama berjuang dan berdoa semoga kita semua dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik, dan tentunya dikumpulkan dalam golongan orang-orang yang mendapat syafaat di hari akhir nanti. Insya Allah. Amin.:)

@citraptiwi

Menulislah!

Hello my dearest reader, masih seputar materi di pelatihan Jurnalistik Kemanusiaan yang saya ikuti. Liputan acaranya bisa dilihat disini atau disini. Nah, kali ini saya akan menyinggung sedikit tentang tips dari Pak Iqbal selaku pemateri utama di acara tersebut seputar gimana membawa keasyikan menulis setiap harinya. Yup, bagi kalian yang emang hobi nulis, diminta untuk menulis aktif setiap hari tidak akan kesulitan sama sekali ya, walau sempat mengalami yang namanya writer's block, tak dipungkiri saya pun kerap mengalaminya, tapi insya Allah itu tidak akan lama. Nah, gimana kalo kita yang hobi nulis tapi baru memulai untuk menulis aktif dimanapun dan kapanpun. hmmmm.. Please read it until finish.:)


Sempat bingung soal ide dan apa yang akan ditulis?
Yup, itu salah satu pertanda kalau kita sedang mengalami yang namanya writer's block. Paling menyebalkan ya? Saya juga begitu. Saat semangat nulis, tapi tiba-tiba berhenti ditengah jalan dan bingung apa yang mau ditulis.:D

Cara yang dipaparkan Pak Iqbal sederhana, namun bagi saya ini cukup ampuh dan bisa menjadi pegangan bagi saya saat sedang mengalami writer's block. Tentu yang paling utama adalah Hargai waktumu. Seorang jurnalis dan penulis harusnya memiliki hari yang baru dan fresh setiap harinya karena sejatinya mereka memberikan kesegaran berita dan gagasan-gagasan segar bagi para pembaca. So, kita sendiri harus fresh dan segar dong ya.:)

Gimana caranya supaya setiap harinya kita segar dalam menulis dan memberikan gagasan? :)
Jawabannya sederhana, Dengan membuat setiap harinya baru dengan karyamu, hehe. Sederhana kan? :)
Nah, terus gimana kita bisa berkarya kalo kita aja bingung mau nulis apa? Eits, jangan putus asa dulu dong, mau jadi penulis aktif dan handal kan? Nah, keseringan kita untuk bingung dalam memilih dan menciptakan ide tulisan emang karena kita terlalu muluk dalam mencari ide. huft. Kita keburu pengen nulis sesuatu yang big dan mengguncang para pembaca, hehe. Pernah menulis diary atau curhatan apapun, di twitter deh, sering kan? Itu juga bisa kita jadikan bahan tulisan loh.

Sejatinya, inspirasi bisa datang dari mana saja, tidak perlu jauh-jauh menyendiri sampai naik gunung atau ke pantai yang jauh untuk mencari ide dan inspirasi. Orang-orang disebelah kita, kehidupan-kehidupan sederhana yang setiap hari kita lihat di metro mini, mall, kampus, sekolah, jalan dan apapun bisa kita jadikan sumber inspirasi. Kuncinya sederhana, ungkapkan saja apa yang kalian rasakan saat melihat sesuatu yang baru.

Trus, kalo setiap harinya kita melakukan hal yang sama, monoton gimana?
Eits, lagi-lagi seorang penulis itu juga seorang creative junkies dong ya. Kita harus kreatif menciptakan sesuatu hal yang baru mulai dari hal-hal kecil walaupun setiap harinya kita melakukan pekerjaan yang sama. Mulai dari pergi ke tempat kerja/ kampus dengan jalan yang berbeda, mengenakan tas yang berbeda, atau mungkin dandanan yang berbeda.:D
Be creative, Dear. ;)


@citraptiwi

Jurnalistik Kemanusiaan: Menggugah Kepedulian Melalui Jurnalistik

Bonjour.! Hello my dearest Readers.!
Kembali lagi ke liputan acara yang saya ikuti tepatnya pada Kamis (26/07) yang bertempat di Aula Madya UIN Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh MPS (Mahasiswa Peduli Somalia) dan disponsori oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) for Humanity ini merupakan acara pelatihan Jurnalistik Kemanusiaan angkatan pertama dengan tema "Berbagi Informasi, Berbagi Kebahagiaan, Berhati Cantik dengan Jurnalistik". Acara berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir ba'da Maghrib setelah ifthor bersama sekitar pukul 18.35 wib.


Awal mula mendapat kabar informasi tentang pelatihan ini, sontak Saya langsung menerima dan mendaftar untuk menjadi salah satu peserta di Training ini. Why? sudah jelas jawabannya adalah karena ketertarikan dan keingintahuan saya di bidang jurnalistik dan kepenulisan.
At least, saya memang orang yang cukup on time bahkan in time, paling tidak suka datang melewati jadwal perjanjian dan pemberitahuan acara, maka saat diberi tahu oleh panitia acara bahwa para peserta datang pukul 07.30 wib, saya pun tidak mengulur-ngulur waktu untuk datang telat, walau mungkin itu hanya gertakan panitia untuk mengantisipasi para peserta agar tidak telat, namun saya berusaha untuk menghormati respon yang diberikan panitia. Hehe soalnya sering juga ngerasain jadi panitia yang harus nge-handle peserta tidak kurang dari 70an orang.


Acara sendiri baru dimulai pukul 08.15 dan dibuka oleh sambutan-sambutan dari pembantu Rektor UIN Jakarta dan Bpk. Ahyudin selaku Presiden ACT. Inti dari sambutan Bpk. Ahyudin ini adalah seputar nilai-nilai kemanusiaan. Bagaimana nilai kemuniasaan harus ada dalam diri setiap pribadi. Dimulai dengan penuturan bahwa ada sekitar 1,4 Milyar penduduk bumi yang berada di bawah garis kemiskinan dan video tentang keadaan masyarakat di Somalia yang merupakan negara termiskin di dunia. Tidak hanya sampai disitu, Pak Ahyudin juga menuturkan betapa mulianya seseorang yang sukses dan sudah aman hidupnya tapi masih mau berjuang untuk memikirkan kehidupan sekitar

Acara selanjutnya adalah penuturan dan penjelasan oleh bapak Iqbal Setyarso selaku pembina MPS (Mahasiswa Peduli Somalia) dan merangkap sebagai direktur GPM (Global Philantrophy Media) yang telah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik kemanusiaan bersama ACT (Aksi Cepat Tanggap) dalam memperkenalkan dunia kemanusiaan melalui jurnalistik.

Inilah materi yang ditunggu-tunggu, penuturan dan penjelasan seputar apa itu Jurnalistik Kemanusiaan dan Kepemimpinan dan apa bedanya dengan jurnalistik pada umumnya akan saya coba jelaskan ulang secara singkat, semoga bermanfaat. :)

Sudah tahu kan, gimana kecekatan dan kemampuan seorang jurnalis saat meliput suatu berita? Kemampuannya dalam mencari informasi dan mengemasnya menjadi sebuah tulisan memang patut diacungi jempol, terutama untuk berita-berita yang memang harus segera diupdate seperti berita bencana contohnya. Namun, tentu saja kecepatan dalam mendapatkan informasi tersebut tidak boleh melalaikan kecermatan kita saat menulis beritanya. Informasi harus jelas, padat dan terpercaya. ;D

Nah, sekarang apa sih Jurnalistik Kepemimpinan itu?
Berasal dari arti pemimpin itu sendiri yang berarti leading, memimpin, terdepan. Ya, Jurnalistik Kepemimpinan pun sama seperti arti pemimpin. Intinya adalah tulisan yang ditulis untuk melakukan suatu perubahan, mendorong orang untuk melakukan apa yang kita gagas dan menjadi pusat pengaruh yang menjadi magnet perubahan.
Pasti banyak dari kita yang juga sadar, tulisan memang kerap mengubah suatu kontruksi sosial di masyarakat. Dan saat tulisan kita mengenai berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di masyarakat dan berhasi membuat orang/ para pembaca tersentuh hingga mau berbuat lebih untuk ikut membantu persoalan kemanusiaan tersebut, semoga itu bisa menjadi ladang amal bagi kita dan juga orang-orang yang tersentuh hatinya saat itu. Amin.

See? Betapa tertantangnya Saya dengan Jurnalistik Kepemimpinan dan Kemanusiaan. Menyebarkan informasi-informasi bermanfaat dan berita seputar kemanusiaan yang memang seharusnya orang ketahui, tidak perlu ditutup-tutupi, tidak perlu ditakuti. Sebarkan saja, Fastabikhul khairat, semoga ini bisa menjadi ladang penambah amal bagi kita. Amin. :)

Makin semangat menulis? :)




@citraptiwi




Yuk, Jadi Konsumen yang Cerdas dan Cermat

Guys, siapa yang gak suka roti bakery? Berlapis coklat, bertabur keju? Yummy! Wait, jangan asal makan dulu. Sebagai konsumen muslim yang baik, buru-buru cek ada tidaknya logo halal pada kemasan/ toko bakery tersebut. Kalau memang ada, Hup, langsung serbu, tapi kalau tidak ada segera tinggalkan. Masih banyak toko-toko bakery terkenal yang sudah memasang logo halal pada produk mereka. Dari pada kita tetap pada pilihan bakery yang belum mencantumkan logo halal, dapat dosa lebih baik beralih ke yang lain, yang lebih aman, syar'i dan nikmat. hehee.:)



Tepat dua hari lalu gue dapet tugas untuk mencari informasi tentang titik kritis kehalalan produk makanan pada mata kuliah Cara-cara Pemisahan Kimia. Tugas yang didapat kali ini cukup mencengangkan, meski banyak sumber dan referensi yang ada, tapi bagi gue pribadi ini bisa menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar mencari tugas lalu meng-copy paste informasi yang bejibun. Hal ini benar-benar membuat gue semakin harus berhati-hati apalagi sebagai seorang muslim. Banyak sekali segi-segi yang harus kita perhatikan saat akan mengkonsumsi produk apapun.

Dan janganlah sebagian dari kamu memakan harta sebagian yang yang lain secara batil, dan jangan pula membawa urusan harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, sedangkan kamu mengetahui. (Al-Baqarah Ayat 188)

Beruntung kita tinggal di negara yang notabenenya sebagian besar adalah warga muslim. Sehingga hak-hak kita sebagai seorang muslim sangat dijunjung tinggi. Meski begitu, tentu sebagai konsumen, kita juga harus cermat sebelum mengkonsumsi. 

Berikut ini adalah penjelasan hasil saduran dari Profesor Nanung Danar Dono soal penjelasan titik kritis kehalalan pada bahan baku pembuatan bakery, diantaranya:

1. Kuas berbulu babi
Kuas sering dipakai untuk mengoleskan mentega, margarin, telur, cokelat, dll. Hati-hati dengan bahan bulu kuas, karena umumnya berasal dari bulu babi (bisa mencapai 80-90%). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor boar bristle dan pig/boar hair periode Januari-Juni 2001 sejumlah 282.983 kg atau senilai US $ 1.713.309 (Jurnal LPPOM-MUI HALAL, N0. 41/VII/2002).
Pada gagang kuas berbulu babi sering tertulis kata : Bristle, Pure Bristle, 100% China Bristle, dll. Salah satu makna kata Bristle adalah Pig Hair atau bulu babi (Webster’s Dictionary) yang berstatus najis apabila basah. Oleh karena itu, roti yang terkena sapuan kuas najis menjadi terkena najis, sehingga haram dimakan.
Pengganti kuas bulu babi adalah kuas dari bahan plastik (polyester). Perusahaan kuas merk Ken Master dan Selery juga meproduksi kuas dari bahan halal ini.

2. Rhum
Rhum banyak dipakai untuk mem-buat adonan tercampur dengan baik, agar cake lebih awet, serta untuk mengikat aroma. Rhum diharamkan karena memiliki sifat khamer. Bahkan kandungan alkohol rhum bisa mencapai 38-40%. Hati-hati de-ngan roti Black Forest, Sus Fla, Cake, dll.
Rhum essence (rhum sintetis) juga diharamkan karena membuat konsumen tidak dapat membedakan rhum ‘asli’ dan rhum ‘sintetis’.

3. Daging dan Produk Olahannya
Daging haram (khususnya : babi) dapat masuk dalam berbagai bahan dan produk rerotian. Produk daging dan olahannya dapat masuk dalam bentuk : daging, sosis, abon, dll.

4. Emulsifier
Emulsifier adalah bahan yang dipakai agar bahan-bahan yang berkadar lemak tinggi dapat bercampur dengan air ketika dibuat adonan. Beberapa macam emulsifier juga dapat dipakai sebagai stabilizer (penstabil) adonan roti.
Ada beberapa jenis emulsifier yang lazim dipakai di pasaran, seperti : lesitin, lesitin kedelai (soya/soy lechitine), dan emulsifier lain yang menggunakan kode E-number. Lesitin bersifat syubhat karena bisa berasal dari bahan nabati maupun hewani (sapi, babi, dll). Lesitin kedelai halal karena berasal dari bahan nabati. Hati-hati dengan E-number, karena beberapa emulsifier (seperti : E471, E472, dll.) ada yang menggunakan bahan dari babi.

5. Ovalet
Ovalet dipakai sebagai pengembang dan pelembut produk bakery. Bahan ini dibuat dari asam lemak, bisa berasal dari asam lemak hewani maupun nabati (tumbuhan). Apabila berasal dari tumbuhan, tentu tidak masalah. Namun apabila dibuat dari produk hewani, maka harus dipastikan berasal dari hewan halal atau hewan haram (babi).

6. Shortening
Shortening sering dikenal dengan istilah mentega putih. Bahan ini berasal dari lemak, bisa dari lemak hewan, tanaman, maupun campuran keduanya. Shortening sering dipakai untuk membuat sensasi lembut dan renyah (crispy). Oleh karena bisa berasal dari lemak hewan, maka shortening bersifat syubhat.
Selain itu, sudah lama dikenal di masyarakat bahwa lemak hewan (animal fat) yang paling enak adalah lemak babi (Lard). Meskipun ada yang menulis dengan huruf Arab, namun karena berasal dari babi, maka tetap saja lard hukumnya haram.

7. Margarin
Margarin dibuat dengan bahan dasar lemak tumbuhan. Dalam proses pembuat-annya, sering kali ada bahan penstabil (stabilizer), pewarna, maupun penambah rasa (flavor) yang ditambahkan. Oleh karena itu, apabila bahan penstabil yang dipakai dari tanaman tentu tidak masalah. Namun apabila berasal dari produk hewan, maka harus dipastikan dari hewan halal atau haram. Penggunaan lesitin babi, membuat produk roti menjadi haram.

8. Bakers Yeast Instant (Ragi)
Yeast banyak dipakai pada produk-produk rerotian sebagai bahan pengembang (bread improver). Dalam pembuatannya, adakalanya ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Nah, kalau emulsifier yang dipakai berasal dari bahan haram (misal : lesitin babi), maka yeast ini tentu menjadi tidak halal.
Selain itu, senyawa anti-caking (anti gumpal) yang ditambahkan juga harus diperhatikan status kehalalannya.

9. Keju
Keju berasal dari susu hewan, bisa berasal dari susu sapi, domba/kambing, unta, dll. Merk keju yang dipasarkan di masyarakat, contohnya : Cheddar, Edam, Emmental (Emmenthal), Beaufort, Gloucester, Cheshire, Fontina, Leyden, Derby, Gruyere, dll. Perbedaan penamaan keju didasarkan pada asal bahan, asal daerah, dan proses pembuatannya.
Dalam pembuatannya, untuk memperoleh curd/padatan, susu digumpalkan dengan bantuan enzyme dan starter. Apabila enzim yang dipakai berasal dari saluran pencernaan hewan haram, maka tentu statusnya menjadi haram.
Hati-hati dengan keju edam, karena dalam standar pembuatannya, Keju Edam sering dibuat dengan bantuan enzim rennet yang diambil dari lambung anak babi.
Starter yang dipakai dalam peng-gumpalan susu berasal dari mikro organisme (umumnya bakteri asam laktat). Nah, media yang dipakai untuk menumbuhkan bakteri tersebut bisa berasal dari media halal maupun media yang haram.

10. Creamer
Creamer dibuat dari susu. Titik kritisnya terdapat pada bahan enzim yang dipakai untuk memisahkan keju dan whey. Apabila menggunakan enzim haram, maka status creamer yang bersangkutan haram.

11. Cokelat
Dalam proses pembuatan cokelat batangan dari buah cokelat segar kadang dibutuhkan emulsifier. Emulsifier dapat berasal dari lesitin nabati (dari biji kedelai, bunga matahari, jagung, dll.) maupun dari produk hewani. Adakalanya lesitin hewani dibuat secara enzimatis menggunakan enzim Phospholipase A2 yang bisa berasal dari pankreas babi.

12. Gelatin
Umumnya, gelatin dipakai sebagai gelling agent (bahan pengental), bahan penegar (penguat), atau untuk topping kue atau es krim. Gelatin pasti berasal dari produk hewani (sapi, babi). Jika berasal dari babi, maka status hukumnya haram.
Sebagai pengganti, bahan lain yang dapat dipakai sebagai pengental adalah : rumput laut (agar-agar), karagenan, pati yang dimodifikasi, gom arab, dll.

13. TBM
Bahan ini sering digunakan untuk melembutkan tekstur cake yang dihasilkan. Sebagai sebuah merk dagang, TBM ini umumnya berasal dari mono-glyseride (MG) dan di-glyseride (DG). MG dan DG berasal dari lemak, tentunya bisa berasal dari hewani maupun nabati. Apabila berasal dari bahan nabati, tentu TBM ini tidak masalah. Namun apabila dibuat dari asam lemak hewan, maka harus dipastikan apakah berasal dari hewan halal atau hewan haram.


Nanung Danar Dono, S.Pt., MP.
PhD student at the College of Medical, Veterinary and Life Sciences
University of Glasgow, Scotland, UK 

Untuk mengetahui produk-produk apa saja yang telah bersertifikat halal secara lengkap dari Maret 2012 bisa dicek Disini

Nah, intinya cermat sebelum mengkonsumsi, semoga kita semua muslim selalu mendapat petunjuk yang di ridhai-Nya.

Amin y Rab.








Menyuarakan Pendapat Lewat Tulisan

Hello my dearest reader, damn sorry for the late update.
Almost three months I didn't write in my official blog. Hectic with many articles waiting to done in my job as copy writer and also social admin. Try to do my best.!


Oke, kali ini gue mau sharing tentang materi yang gue dapet dari Youth Camp Indonesia Berseru Februari lalu pas sesi Jurnalistik yang diisi sama Mbak Emma (Editor in chief Chic Magazine). hihi, tiga bulan yang lalu dears acaranya,, tapi gak apa-apa. Insya Allah ilmunya bermanfaat ya.:)
Check this out.! :D

Kalo dibilang hebohnya suara pemuda, Speak up.! and many more, pendapat kita itu gak melulu hanya bisa disuarakan dengan suara guys. Tulisan juga bisa menjadi media komunikasi yang efektif loh. bahkan sangat efektif. mungkin daripada kita cape-cape teriak-teriak supaya pendapat kita di dengar, lebih efektif jika kita menuliskan ide dan pendapat kita, lebih bagus lagi kalau masuk jurnal nasional, tentu akan semakin banyak yang akan membaca dan mengetahui ide dan pendapat kita. :)

Masih ingat dong gimana buku-buku dan tidak sedikit juga tulisan-tulisan sudah menjadi kontroversi dan mengubah suatu konstruksi sosial di masyarakat. Ini adalah bukti dari kuatnya media tulisan dalam mempengaruhi pembaca. Tapi, nulis juga gak asal nulis guys, tentu ada aturan dan kaidah-kaidah yang harus diikuti. Tentunya mengikuti EYD dan yang paling penting tidak mengandung SARA yang akhirnya memecah dan mengadu domba kelompok tertentu. Karena, tentu tujuan kita menulis adalah untuk menyebarkan ide dan pendapat yang bermanfaat kan, bukan untuk menyebar permusuhan.:)

Di Youth Camp Indonesia Berseru lalu gue dapet sharing knowledge dari Editor in Chief nya Chic Magazine, Mbak Emma, she's a warm welcoming and attractive woman. Mbak Emma berbagi pengetahuan seputar gimana caranya kita menyuarakan pendapat kita lewat tulisan supaya pembaca dapat lebih memahami ide tulisan kita guys.

Membuat tulisan itu seperti kita menulis surat guys, langkah-langkah yang harus diperhatikan saat kita ingin membuat suatu tulisan adalah:

Who (Says)
Menandakan siapa kita, artinya adalah siapa pengirim pesan itu, ini bisa menyangkut ke gaya tulisan kita aat merangkai kata-kata. Kita tentu punya ciri dan gaya sendiri kan saat merangkai kata-kata.:)

What (to)
Nah ini yang penting guys.! bagian ini menandakan apa pesan yang ingin kita sampaikan ke pembaca. Tetntunya ide di kepala kita sudah menumpuk dan kita sudah tahu ide besar apa yang ingin kita sampaikan dan beritahukan ke pembaca nantinya.

Whom (in)
Yup, sama seperti kita menulis surat. Ada penulis, isi dan tentu ada si penerima. Kepada siapa tulisan ini kita tunjukkan. Disini berarti segmentasi pembaca kita. Tentu kita juga sudah bisa menilai segmentasi tulisan kita ini untuk siapa guys. Bisa untuk remaja, orang tua, bahkan untuk anak-anak seperti kita menulis di tabloid anak-anak. Bahasa yang digunakan tentu berbeda. Mabka Emma menambahkan segmentasi penting untuk mengatahui gaya tulisan kita. Soal segmentasi lanjut Mbak Emma kita perlu memperhatikan jenis kelamin pembaca kita, apakah kita akan menulis untuk pembaca yang mayoritas perempuan, laki-laki, kemudian status, ini juga penting guys, tentu kita gak mungkin kan menulis dengan gaya bahasa yang hanya bisa dimengerti kalangan manager sementara pembaca kita mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga..Jleb..:)

What Chanel (with)
Nah pada sesi ini kita sudah masuk ke saluran media yang akan kita gunakan.

Dan dari semua persiapan kita menulis tersebut point penting adalah What Effect. Sama seperti kita menulis surat, tentu kita ingin mendapatkan respon dari pembaca kita, apakah ingin pembaca menjadi tenang, marah, senang atau bahkan sedih dan iba setelah membaca tulisan kita. Nah, dalam tulisan kita juga harus bisa memprediksi apa respon yang kita inginkan dari pembaca setelah membaca tulisan kita. Apakah kita ingin pembaca menjadi senang, marah, sedih atau galau setelah membaca tulisan kita. it's up to your choice guys.:)

Setelah semua senjata sudah kita kuasai. Tentu kita ingin mendapatkan respon dan hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Pesan/ tulisan dianggap berhasil jika pesan kita tersampaikan dengan baik, tepat sasaran (objek, pembaca), pesan kita dipahami dengan benar sehingga pembaca tidak menimbulkan kesalahpahaman, serta tentunya pesan kita direspon sesuai keinginan dan harapan kita.

Tentu, lanjut Mbak Emma masih dalam sesi sharing, tulian kita harus jelas, mudah dipahami, dan pergunakan rumus KISS.! Keep it simple, Sweetheart. Yup, bener banget kata Mbak Emma, just make our words simply.!

Terakhir sebelum sesi tanya jawab para peserta, Mbak Emma memberikan tips agar kita bisa terus aktif menulis dan terhindar dari writer's block. Yup, caranya adalah selalu mengkondisikan mood kita saat menulis, tulis semua ide dan gagasan yang ada di pikiran. Dan yang paling penting, bawalah gadget/ notebook kecil kemanapun kita pergi. Catat semua ide dan gagasan yang muncul secara tiba-tiba, jangan pernah menunda mencatatnya, karena ide itu mudah muncul tapi juga mudah menguap guys. hehe.:)

Selamat Menulis.!

@citraptiwi