Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Draft Pembahasan Skripsi (Part 1)

Dears, sudah masuk Minggu kedua bulan September. Sedih, senang. Saya bisa memilih kedua rasa itu.
Tapi, pantaskah saya memilih sedih?

Selalu, kata yang menjadi mantra saat saya sedang bersedih adalah firman Allah di Surah At-Taubah: 40. Mentadaburi firmanNya yang agung tersebut. Keyakinan mulai kembali muncul saat saya benar-benar mengingat dan membaca lagi ayat tersebut.
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah: 40).
Target untuk maju seminar hasil Skripsi pada minggu kedua September rasanya harus sedikit digeser ke minggu akhir September, Insya Allah, saya pastikan itu Tuhan. Janji pada diri sendiri. Jika perlu saya tempel besar-besar dikamar kostan, rumah, wallpaper smartphone agar mudah terlihat. Seperti mengerjakan sebuah deadline. Iya, Dead-line (garis kematian-red). Garis antara perjuangan saya selama 4 tahun ini. Gelar sarjana yang dapat membuat kedua orang tua saya tersenyum lebar atas semua perjuangan mereka.

Rasa malas rasanya adalah hal yang paling besar berperan dalam mundurnya dan belum rampungnya pembahasan skripsi saya. Iya, bukan karena sekian banyak kesibukan organisasi dan tugas liputan yang saya kerjakan juga saat ini. Karena saya sadar dan terbukti, saya masih bisa bernafas lega, masih punya waktu menonton TV, pergi ke bioskop, dan segala hal senggang lainnya. Bukan seperti orang yang terbebani dan menganggap semua amanah organisasi dan pekerjaan saya yang masih aktif menulis menjadi penyebab lambatnya draft pembahasan skripsi saya. Sungguh, bukan karena itu semua. Saya sadar, sangat sadar ini karena rasa malas. Rasa sering menunda yang kerap hadir di diri untuk merampungkan skripsi. :(

La tahzan..
Kalau ini memang murni kesalahan saya, saya memang patut sedih. Sedih karena membiarkan saya terbuai oleh rasa malas dan tidak bersemangat menuntaskan skripsi. Satu yang membuat saya bangkit adalah saat mengingatMu dan kedua orang tua. Iya, bukankah motivasi terbesar memang orang tua. Siapa yang paling bangga saat saya memakai toga?

Ridho Allah Ridho Orang Tua...
Time schedule, saat saya bisa me-manage semua deadline tugas organisasi dan tulisan liputan artikel, kenapa saya tidak mampu me-manage tugas skripsi saya? Sungguh, bukan karena semua kesibukan saya yang menyebabkannya. Murni karena kesalahan saya sendiri. Satu hari 24 jam, masih ditambah ada waktu yang disebut weekend kan?

Kemana saya saat senggang? Weekend saya mungkin disibukan dengan tugas organisasi, rapat, les dan lain-lain. Tapi diluar itu, harusnya saya bisa langsung berfokus pada penulisan skripsi. Konsisten.

Saya berjanji Tuhan, Skripsi saya (Insya Allah) akan selesai di Minggu keempat September 2012 (sudah dalam bentuk hardcover). Seminar hasil (Insya Allah) akan saya lakukan Awal Oktober 2012. Insya Allah, Allah Akbar.! :) 

Jika saya bisa menepati janji saya pada diri sendiri, janji pada kedua orang tua. Berhasil mengalahkan ego dan nafsu, serta keluar dari zona nyaman saya selama ini, saya patut memberi hadiah pada diri saya sendiri. Tidak, tentu bukan saya yang akan menerima buah manis dan hadiah semua itu, Allah lah yang akan memberi hadiah bagi setiap hambaNya yang berjuang, berusaha.

Oh iya, tidak lupa, jangan pernah melupakan cita-cita yang mulai terlintas dibenak saya untuk menjadi seorang penghafal Qur'an. Semoga Allah selalu membimbing saya (kita) untuk terus mendekat padaNya. Bukankah jika kita mendekat, Allah akan berlari menuju kita. Allah maha baik...
"Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS.Al-Baqarah: 148)

@citraptiwi

Wisuda November 2012? (y)


Kalau semua mahasiswa diminta memilih untuk mengambil tugas akhir atau tidak, sudah pasti 90% mahasiswa memilih untuk tidak mengambil mata kuliah TA berupa skripsi. Kenapa? ya, sudah dipastikan akan sangat memakan waktu, tenaga bahkan biaya. Perjuangan untuk mendapatkan gelar sarjana selama 4 tingkat harus diperjuangkan lebih ekstra pada mata kuliah yang hanya 6 sks berupa Tugas Akhir (Skripsi). Tugas Akhir yang mengalahkan semua mata kuliah selama 4 tingkat di bangku kuliah, mengalahkan semua sks yang telah kita kumpulkan sejak semester awal. Walau sudah banyak Universitas yang berpatokan pada kurikulum di Luar Negeri dengan meniadakan program skripsi seperti banyak teman saya di Universitas Indonesia yang Oh my God, envy karena mereka dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu bahkan sangat cepat dengan IPK yang memadai. Yup, tidak perlu berlama-lama melakukan penelitian dan bersenang-senang dengan yang namanya pacaran dengan paper, metodelogi dan pembahasan. hmppttt...

Tapi, realitas harus tetap dihadapi, kampus saya di UIN Jakarta dengan jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi tentu masih menerapkan program TA berupa penulisan skripsi. Dan, bonusnya adalah saya dan teman-teman kimia harus siap, legowo dan sadar bahwa jurusan Kimia murni memang tidak boleh sembarang memberikan hasil. Melalui tahap penelitian, eksperimen dan percobaan berbulan-bulan lamanya yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil ya, iya baru hasil penelitian, itu berarti bab 4 berupa Hasil baru bisa kita dapatkan setelah melalui percobaan berbulan-bulan lamanya di Laboratorium. Nice.! ;D

Ditambah lagi saat melihat semangat dan motivasi mama papa yang ingin segera melihat anaknya ini memakai toga. Oke, makin semangat atau galau? :)
Sepertinya tidak perlu ditanya lagi apa perasaan saya saat ini. Saya memang tidak sendiri, ada puluhan mahasiswa/i tingkat akhir terutama di jurusan saya yang juga mengalami kegalauan yang sama. Tentu bukan karena kampus saya yang memberatkan proses selesainya TA, malah berbagai dorongan para Dospem dan Ketua Prodi sangat membuat kami yang sempat down, semangat lagi untuk segera menyelesaikan penelitian.

Kenapa bisa lama? Ya namanya juga penelitian, di Laboratorium, eksperimen, layaknya para peneliti yang akan menghasilkan jawaban baru dari sebuah judul permasalahan dan solusi. Terhitung sejak Maret 2012 dan saya baru bisa mendapatkan hasil pada Agustus 2012 di bidang Kimia Lingkungan.:) Hasil ya, baru hasil, belum pembahasan.:) Banyak faktor, padahal kenapa saya memilih bidang Kimia Lingkungan, selain karena saya memang tertarik di isu Lingkungan, banyak bukti bahwa penelitian kimia di bidang lingkungan memang tidak selama jika dibanding dengan bidang lain seperti Biokimia, Kimia Organik, dll. Namun, banyak faktor yang dapat membantah mitos tersebut. hehee. Dari mulai masalah teknis laboratorium, hasil yang harus berkali-kali diulang karena tidak bagus, dll. :)

Kecewa? Hopeless? Rasanya itu terlalu kekanak-kanakan. Tuhan pasti tahu apa yang kita rasakan, Tuhan pasti tahu derita mahasiswa akhir. hehee..
Semoga perjuangan kami untuk sabar dalam meneliti untuk mendapatkan hasil yang murni dan jujur bisa menjadi ladang amal dan ibadah kami selama penelitian. Semoga kesabaran kami bisa mengantarkan kami menuju nilai terbaik yang akan diperlihatkan kepada kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan semua orang yang kami sayangi dan terus memotivasi kami sampai akhir. Amin.:)

Kalau ditanya hambatan saat penelitian? emm, rasanya bisa menghabiskan cerita lebih panjang untuk menulisnya. Sadar bahwa setiap hambatan yang terjadi saat penelitian diluar kehendak kita adalah bukan kebetulan, ya kan? :) Kalau semua adalah sudah kehendak Tuhan saat kita sudah memaksimalkan dan terus berdoa kenapa kita harus khawatir? :) Pasti ada sesuatu yang telah Tuhan siapkan dibalik semua tangisan, kesedihan dan perjuangan kita demi selesainya Tugas Akhir. Insya Allah..:)



Lebih legowo? Kalau saya iya.:)
Setiap ingat bahwa setiap perjuangan memang butuh pengorbanan dan Tuhan pasti melihat ini semua, saya kembali bersikap menerima, terbuka dan terus berpikir positif. Oh ya, jangan lupa juga Tahajud, Duha, Shaum sunah dan berbagai amalan sunah lainnya. Bisa jadi Tuhan memberikan kita teguran untuk lebih semangat beribadah. Tuhan rindu kita bermunajat kepadaNya.:)

Dan diakhir, Alhamdulillah. Insya Allah atas kehendak Allah juga lah nantinya saya dan teman-teman Kimia saya yang lain mendapat kadar dan rezeki kelulusan sesuai perjuangan, doa dan keputusan dariNya.:)

Pantaskah kita lulus Tahun ini? Semoga memang keinginan Mama Papa, saya pribadi dan orang-orang yang menyayangi saya untuk lulus di November 2012 juga menjadi keputusan paling baik menurutNya. Insya Allah, Amin.

Dan, sekarang saya sedang menyusuk bab 4 masuk ke pembahasan di pertengahan Agustus 2012. Semangaaaat, masih ada kesempatan untuk mengejar wisuda November 2012. Amin, Insya Allah.
Doakan aku...:D

Follow and chat me on:
@citraptiwi

Menulislah!

Hello my dearest reader, masih seputar materi di pelatihan Jurnalistik Kemanusiaan yang saya ikuti. Liputan acaranya bisa dilihat disini atau disini. Nah, kali ini saya akan menyinggung sedikit tentang tips dari Pak Iqbal selaku pemateri utama di acara tersebut seputar gimana membawa keasyikan menulis setiap harinya. Yup, bagi kalian yang emang hobi nulis, diminta untuk menulis aktif setiap hari tidak akan kesulitan sama sekali ya, walau sempat mengalami yang namanya writer's block, tak dipungkiri saya pun kerap mengalaminya, tapi insya Allah itu tidak akan lama. Nah, gimana kalo kita yang hobi nulis tapi baru memulai untuk menulis aktif dimanapun dan kapanpun. hmmmm.. Please read it until finish.:)


Sempat bingung soal ide dan apa yang akan ditulis?
Yup, itu salah satu pertanda kalau kita sedang mengalami yang namanya writer's block. Paling menyebalkan ya? Saya juga begitu. Saat semangat nulis, tapi tiba-tiba berhenti ditengah jalan dan bingung apa yang mau ditulis.:D

Cara yang dipaparkan Pak Iqbal sederhana, namun bagi saya ini cukup ampuh dan bisa menjadi pegangan bagi saya saat sedang mengalami writer's block. Tentu yang paling utama adalah Hargai waktumu. Seorang jurnalis dan penulis harusnya memiliki hari yang baru dan fresh setiap harinya karena sejatinya mereka memberikan kesegaran berita dan gagasan-gagasan segar bagi para pembaca. So, kita sendiri harus fresh dan segar dong ya.:)

Gimana caranya supaya setiap harinya kita segar dalam menulis dan memberikan gagasan? :)
Jawabannya sederhana, Dengan membuat setiap harinya baru dengan karyamu, hehe. Sederhana kan? :)
Nah, terus gimana kita bisa berkarya kalo kita aja bingung mau nulis apa? Eits, jangan putus asa dulu dong, mau jadi penulis aktif dan handal kan? Nah, keseringan kita untuk bingung dalam memilih dan menciptakan ide tulisan emang karena kita terlalu muluk dalam mencari ide. huft. Kita keburu pengen nulis sesuatu yang big dan mengguncang para pembaca, hehe. Pernah menulis diary atau curhatan apapun, di twitter deh, sering kan? Itu juga bisa kita jadikan bahan tulisan loh.

Sejatinya, inspirasi bisa datang dari mana saja, tidak perlu jauh-jauh menyendiri sampai naik gunung atau ke pantai yang jauh untuk mencari ide dan inspirasi. Orang-orang disebelah kita, kehidupan-kehidupan sederhana yang setiap hari kita lihat di metro mini, mall, kampus, sekolah, jalan dan apapun bisa kita jadikan sumber inspirasi. Kuncinya sederhana, ungkapkan saja apa yang kalian rasakan saat melihat sesuatu yang baru.

Trus, kalo setiap harinya kita melakukan hal yang sama, monoton gimana?
Eits, lagi-lagi seorang penulis itu juga seorang creative junkies dong ya. Kita harus kreatif menciptakan sesuatu hal yang baru mulai dari hal-hal kecil walaupun setiap harinya kita melakukan pekerjaan yang sama. Mulai dari pergi ke tempat kerja/ kampus dengan jalan yang berbeda, mengenakan tas yang berbeda, atau mungkin dandanan yang berbeda.:D
Be creative, Dear. ;)


@citraptiwi

Jurnalistik Kemanusiaan: Menggugah Kepedulian Melalui Jurnalistik

Bonjour.! Hello my dearest Readers.!
Kembali lagi ke liputan acara yang saya ikuti tepatnya pada Kamis (26/07) yang bertempat di Aula Madya UIN Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh MPS (Mahasiswa Peduli Somalia) dan disponsori oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) for Humanity ini merupakan acara pelatihan Jurnalistik Kemanusiaan angkatan pertama dengan tema "Berbagi Informasi, Berbagi Kebahagiaan, Berhati Cantik dengan Jurnalistik". Acara berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir ba'da Maghrib setelah ifthor bersama sekitar pukul 18.35 wib.


Awal mula mendapat kabar informasi tentang pelatihan ini, sontak Saya langsung menerima dan mendaftar untuk menjadi salah satu peserta di Training ini. Why? sudah jelas jawabannya adalah karena ketertarikan dan keingintahuan saya di bidang jurnalistik dan kepenulisan.
At least, saya memang orang yang cukup on time bahkan in time, paling tidak suka datang melewati jadwal perjanjian dan pemberitahuan acara, maka saat diberi tahu oleh panitia acara bahwa para peserta datang pukul 07.30 wib, saya pun tidak mengulur-ngulur waktu untuk datang telat, walau mungkin itu hanya gertakan panitia untuk mengantisipasi para peserta agar tidak telat, namun saya berusaha untuk menghormati respon yang diberikan panitia. Hehe soalnya sering juga ngerasain jadi panitia yang harus nge-handle peserta tidak kurang dari 70an orang.


Acara sendiri baru dimulai pukul 08.15 dan dibuka oleh sambutan-sambutan dari pembantu Rektor UIN Jakarta dan Bpk. Ahyudin selaku Presiden ACT. Inti dari sambutan Bpk. Ahyudin ini adalah seputar nilai-nilai kemanusiaan. Bagaimana nilai kemuniasaan harus ada dalam diri setiap pribadi. Dimulai dengan penuturan bahwa ada sekitar 1,4 Milyar penduduk bumi yang berada di bawah garis kemiskinan dan video tentang keadaan masyarakat di Somalia yang merupakan negara termiskin di dunia. Tidak hanya sampai disitu, Pak Ahyudin juga menuturkan betapa mulianya seseorang yang sukses dan sudah aman hidupnya tapi masih mau berjuang untuk memikirkan kehidupan sekitar

Acara selanjutnya adalah penuturan dan penjelasan oleh bapak Iqbal Setyarso selaku pembina MPS (Mahasiswa Peduli Somalia) dan merangkap sebagai direktur GPM (Global Philantrophy Media) yang telah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik kemanusiaan bersama ACT (Aksi Cepat Tanggap) dalam memperkenalkan dunia kemanusiaan melalui jurnalistik.

Inilah materi yang ditunggu-tunggu, penuturan dan penjelasan seputar apa itu Jurnalistik Kemanusiaan dan Kepemimpinan dan apa bedanya dengan jurnalistik pada umumnya akan saya coba jelaskan ulang secara singkat, semoga bermanfaat. :)

Sudah tahu kan, gimana kecekatan dan kemampuan seorang jurnalis saat meliput suatu berita? Kemampuannya dalam mencari informasi dan mengemasnya menjadi sebuah tulisan memang patut diacungi jempol, terutama untuk berita-berita yang memang harus segera diupdate seperti berita bencana contohnya. Namun, tentu saja kecepatan dalam mendapatkan informasi tersebut tidak boleh melalaikan kecermatan kita saat menulis beritanya. Informasi harus jelas, padat dan terpercaya. ;D

Nah, sekarang apa sih Jurnalistik Kepemimpinan itu?
Berasal dari arti pemimpin itu sendiri yang berarti leading, memimpin, terdepan. Ya, Jurnalistik Kepemimpinan pun sama seperti arti pemimpin. Intinya adalah tulisan yang ditulis untuk melakukan suatu perubahan, mendorong orang untuk melakukan apa yang kita gagas dan menjadi pusat pengaruh yang menjadi magnet perubahan.
Pasti banyak dari kita yang juga sadar, tulisan memang kerap mengubah suatu kontruksi sosial di masyarakat. Dan saat tulisan kita mengenai berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di masyarakat dan berhasi membuat orang/ para pembaca tersentuh hingga mau berbuat lebih untuk ikut membantu persoalan kemanusiaan tersebut, semoga itu bisa menjadi ladang amal bagi kita dan juga orang-orang yang tersentuh hatinya saat itu. Amin.

See? Betapa tertantangnya Saya dengan Jurnalistik Kepemimpinan dan Kemanusiaan. Menyebarkan informasi-informasi bermanfaat dan berita seputar kemanusiaan yang memang seharusnya orang ketahui, tidak perlu ditutup-tutupi, tidak perlu ditakuti. Sebarkan saja, Fastabikhul khairat, semoga ini bisa menjadi ladang penambah amal bagi kita. Amin. :)

Makin semangat menulis? :)




@citraptiwi




Masa Orientasi PKL, PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Hari pertama menginjakkan kaki di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. di Gn.Putri, Citeureup Bogor, rasa deg-degan pasti ada di setiap kita akan memasuki dan berada di tempat yang sama sekali baru bagi kita.,,tapi berkat doa orang tua dan berbekal senyum ramah serta rasa optimisme tingkat tinggi, rasa deg-degan itu berhasil di tepis dengan mudah.hehehe.

Masuk pukul 08.30, para peserta PKL berada di ruang B tempat orientasi untuk menerima materi sebelum ditempatkan di Plant masing-masing, hmm, ternyata guys, tak di sangka disana bertemu dengan temen SMP, Sinta Rahmawati. :-D. Total peserta yang mengikuti orientasi sejumlah 16 orang yang terdiri dari mahasiswa dan siswa SMK.



Karena berasal dari jurusan kimia murni, saya ditempatkan di Plant Laboratorium QARD dengan pembimbing PKL Bp.Didik Ariyanto. Awalnya, saya pikir akan langsung melakukan praktek kerja di Plant masing-masing, ternyata para peserta PKL akan menjalani proses orientasi terlebih dahulu selama 3 hari sebelum menjalankan Praktek Kerja di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Materi Orientasi Hari Pertama (01 Februari 2011),
08.00-10.00   Tata Tertib, Peraturan, Tanggung Jawab serta Hak dan Kewajiban
10.00-12.00   Company Profile and Process Production
12.00-13.00   ISOMA
13.00-15.00   Briefing Security and Photo
15.00-17.00   Implementasi K3 di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Materi Orientasi Hari Kedua (02 Februari 2011),
08.00-10.00   Mining
10.00-12.00   Plant Visit
12.00-13.00   ISOMA
13.00-15.00   Alternative Fuel and Raw Material
15.00-17.00   Organizing Company

Masa Orientasi Hari Ketiga (04 Februari 2011),
08.00-09.00   Library
09.00-11.00   ISO
11.00-13.00   ISOMA
13.00-15.00   Penyuluhan dan Pencegahan HIV
15.00-17.00   CSR (Coorporate Social Responsibility)

Hari Pertama (01 Februari 2011), 
sesuai dengan jadwal awal pada hari pertama orientasi,yaitu penjelasan tentang hak dan kewajiban serta tata tertib di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk oleh Pak Dedi. Kami semua memperhatikan dengan seksama setiap poin yang dijelaskan oleh Pak Dedi.

Lanjut ke materi kedua di hari pertama yaitu tentang Company Profile dan Process Production di Indocement. Wow, cukup terkesima dengan penjelasan di materi profil perusahaan. Perusahaan semen terbesar di Indonesia yang telah masuk di bursa efek, penerima PROPER EMAS dari KLH karena kontribusinya di bidang lingkungan, perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima penghargaan dari UNFCC untuk kontribusinya dalam hal pengurangan efek gas rumah kaca serta masih banyak lagi hal yang disampaikan pada materi tentang profil perusahaan ini. Pada materi tentang Proces Production, kita diberi penjelasan tentang proses produksi dari mulai mining sampai pengepakan produk di Indocement.

Selesai ISOMA, kita semua melakukan Briefing dan foto untuk pembuatan ID-Card. Kemudian pemberian materi tentang Implementasi K3 di Indocement. Komitmen tentang keselamatan kerja di PT. Indocement Tunggal Prakarsa menjadi suatu prioritas yang sangat diperhatikan di perusahaan ini. Perlengkapan APD yang sangat lengkap serta sesuai dengan standar internasional wajib dikenakan oleh para karyawan apalagi bagi mereka lulusan teknik yang berada dan ditempatkan di bagian produksi.


Penjelasan di materi K3 ini sangat mengena di hati kami mengenai safety dan keamanan serta keselamatan kerja di sebuah Industri.

"Safety, Keamanan dan Keselamatan Kerja merupakan hal yang harus sangat diperhatikan dan sangat penting dalam Industri"

 

Hari Kedua (02 Februari 2011),
Hari kedua orientasi peserta mendapatkan materi tentang mining (Penambangan) yang merupakan proses awal produksi di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. serta tentang bagaimana ketentuan dan gambaran proses penambangan di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. untuk menghasilkan 40.000 ton/hari batu kapur dan 6000 ton/hari batu lempung. Bagaimana mengetahui kondisi tanah, pegunungan, dan keadaan serta lingkungan sekitar area penambangan. Dimulai dari penjelasan gambaran tahapan proses drilling, kemudian blasting, loading healing, crushing, dan terakhir proses conveing and stock piling.

Selesai penjelasan tentang gambaran proses penambangan, sesuai dengan jadwal, kami melakukan plant visit mengunjungi dan mengitari Pt.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dengan bus perusahaan. Serasa sedang kunjungan industrii guys,hehehe.

Lanjut ke materi selanjutnya setelah ISOMA yaitu tentang Alternative Fuel and Raw Material. Materi ini sangat menarik perhatian saya karena menyangkut pemanfaatan limbah, baik dari limbah rumah tangga maupun dari industri yang digunakan Indocement sebagai pembangkit bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Penjelasan mengenai gambaran pemanfaatan bahan bakar alternatif yang digunakan Indocement selama proses produksi membuat saya makin kagum dengan industri besar ini. :D

Pengelolahan limbah oleh perusahaan diawasi oleh KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) yang sekarang ini bertugas untuk mengawasi dan mengaudit 700 perusahaan besar yang ada di Indonesia. Dari 700 perusahaan besar ini, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. merupakan satu-satunya perusahaan yang meraih penghargaan PROPER EMAS dari KLH karena telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle dan Recovery), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang. Penjelasan tentang langkah-langkah waste management yang dijelaskan dalam materi ini juga sangat menarik. Pemanfaatan limbah berupa ban-ban bekas dan limbah lainnya yang berjumlah ratusan ton yang diolah sebagai pengganti bahan bakar batu bara telah menjadi kegiatan yang dilakukan oleh Indocement. Akhirnya, dua jam berlalu tanpa terasa tentang penjelasan mengenai gambaran proses pemanfaatan bahan bakar alternatif dan pemanfaatan limbah di Indocement.

Pukul 3 sore, kami menerima penjelasan tentang Organizing yang isinya tentang struktur organisasi PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Penjelasan dibuka dengan pertanyaan "apa itu organisasi?".
Organisasi sendiri seperti yang dijelaskan pada materi organizing ini merupakan kumpulan dari dua orang atau lebih yang mempunyai satu visi yang sama. Hmm,,kalau bicara visi yang sama memang untuk membentuk suatu organisasi yang kuat harus dilandaskan dengan adanya suatu visi yang sama agar terbentuk suatu kekompakan dalam suatu perusahaan. :)

 




-CP- 
Februari 2011.