Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Pelatihan Nafas Damai : Auk Murat Network Center


Dears Girls,

Back again to write my own story,

Fresh from the oven, Pada Sabtu, 22 Mei 2016 aku baru aja ikutan pelatihan Nafas Damai yang diselenggarakan oleh Auk Murat Network di AMN Home Center. Jakarta Selatan.

Awalnya sempat ragu mengikuti pelatihan ini karena jadwal sabtu yang bentrok dengan jadwal freshment training product knowlegde level 1 di Nuskin Indonesia. Tapi, setelah memikirkan dan merenung, Akhirnya Allah menggiring untuk memilih mengikuti Pelatihan Nafas Damai ini. Toh, CTP Nuskin 1 juga rutin diadakan tiap bulan, jadi aku tetap bisa ikut bulan depan. yeayy.!

Aku mengikuti pelatihan ini dengan 11 orang teman komunitas ku. Yeay.! Alhamdulillah diberikan teman yang selalu mengingatkan untuk selalu upgrade diri.


Back again,

Apa aja sih yang dipalajari di Pelatihan Nafas Damai?
Kok namanya Nafas Damai?

Hanya dengan 100 ribu sudah bisa punya Reksadana


Hallo guys.!

Lama sepertinya tidak update blog. ^^

Kali ini saya ingin share seputar reksadana. Yup, salah satu jenis investasi yang kurang familiar bagi sebagian orang dibandingkan investasi sejenis (deposito, tabungan, dll) namun keuntungan dan kemudahannya ternyata lebih besar, loh. Itulah informasi yang saya dapatkan dari para pakar keuangan (financial planner) sehingga akhirnya saya tertarik untuk memiliki investasi reksadana. ^^




Cara Melihat Cintamu Sudah Tulus atau Tidak





Apakah kita akan mencintai setiap orang tanpa mengharap balasan timbal balik ingin pula dicintai?

Atau lebih spesifik, Apakah kita masih harus bersikap baik pada setiap orang yang pernah mengecewakan kita?

Hanya karena trauma masa lalu saat kembali mengingat bahwa kita pernah dikecewakan oleh cinta, lantas melampiaskannya pada orang-orang disekitar kita?

Saat Cintamu hanya Sekedar Jatuh


Teruntuk para wanita yang hatinya sedang dilanda rasa rindu. Tunggu dulu, untuk siapa rasa rindu itu ditunjukkan, Dear?


Atau teruntuk para wanita yang hatinya sedang “patah”? Patah karena sesuatu yang begitu lembut hingga hati sudah tidak kuasa menahan perasaan yang makin lama makin besar.

Hey.! Ladies..

Saya membuat tulisan ini tepat disaat hujan turun dengan lebatnya. Tiba-tiba terdengar suara gemercik air dari luar jendela. Tulisan yang saya tulis untuk para wanita yang saat ini sedang dilanda rasa rindu atau setidaknya sedang menerima rasa dimana semua pikirannya hanya tertuju pada satu orang saja.

Yup.! Jatuh cinta.

Tentang Jodoh dan Perbaikan Diri


"Jodohmu, Cerminanmu"
Kata-kata yang sering kali digaungkan para single ditengah kesibukannya "mencari" jodoh. Entah untuk memotivasi diri agar menjadi lebih baik atau untuk melarikan diri dari kenyataan bahwa "jodoh" saya tak kunjung datang mungkin karena saya belum "baik".

Apapun alasannya, berproses untuk menjadi lebih baik setiap harinya adalah motivasi tersendiri yang selalu saya tanamkan dalam-dalam di diri.



 Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Read.!
Jika Allah saja sudah menjamin dan memasangkan setiap wanita dan pria sesuai dengan karakternya masing-masing. Masih mau membuang-buang waktu dan tidak memperbaiki diri?

Tujuan Hidup yang Sebenarnya

Assalammualaikum wr.wrb,  

Dear lovely readers sudah lama saya tidak menulis di blog. Kali ini bukan karena alasan klasik "skripsi". Tapi, karena pekerjaan saya di PT. PT. Henkel Indonesia yang membuat saya harus rajin belajar setiap harinya.:p

Oke, lanjut ke topik tulisan kali ini. Saya ingin menulis sebuah pemikiran dan muhasabah yang selalu terngiang di pikiran saya tentang urgensi waktu dan pengisian waktu luang. Semoga bukan menggurui dan berkenan membacanya hingga selesai. J


Sudah Punya Proposal Hidup, kan?

Viola.! It's November, Dear..!
H-1 bulan sebelum kita meninggalkan tahun 2012. Sudah mengecek resolusi tahunan masing-masing belum? sudah merevisinya belum? :)

Hidup akan lebih berwarna saat kita punya tujuan? Iya apa iya? :)

Tujuan diartikan sebagai sebuah visi dan misi dari seseorang akan jalan mana yang ingin dia tuju nanti. Akhir apa yang dia inginkan dikehidupannya kelak. Maka, seperti survey yang menyebutkan bahwa inilah yang membedakan orang yang memiliki proposal (tujuan) hidup dengan orang yang hidup dengan slogan "jalani aja seperti air mengalir".

Nah.! Mengutip dari "Proposal Hidup" kek @JamilAzzaini, seorang Inspirator Sukses Mulia bahwa proposal hidup ini wajib. Kenapa? Gak mau kan kalo hidup kita seperti orang yang tak tahu arah jalan pulangg.. (eh, kok malah jadi nyanyi).

Saya pun seperti itu. Kadang ide yang sempat terbersit dalam pikiran, saya ingin ini, saya ingin itu, saya ingin menjadi ini dan itu, blaa.blaa..blaa.. hanya di pikiran saja, tidak ditulis, tidak speifik. Jelas kalau Ia sering menguap. Kenapa? Lagi-lagi karena pikiran manusia itu terbatas. Dia bisa hilang dengan sekejap digantikan dengan ribuan ide lagi yang muncul setiap harinya. Maka, penting untuk menuliskan keinginan (mimpi) kita.!

Yup, jadi ingat daftar dream mapping yang saya buat setiap tahunnya. Juga yang tidak saya tulis, yang selalu saya ingat dan ingat dan terus ingat dipikiran. Dan, Subhanallah, Allah selalu memiliki cara untuk mewujudkan setiap mimpi kita. Sebagian besar mimpi-mimpi dan keinginan saya pelan-pelan terwujud.

"Aku akan bersama (mengikut) sangkaan hamba-hambaKu. Maka hendaklah kamu bersangka dengan apa yang kamu inginkan" (Hadis Qudsi Riwayat At-Thabrani)
Keyakinan kita terhadap Allah tergantung bagaimana kita meyakininya. Maka, saat kita putus asa dan merasa jatuh karena keinginan kita tidak tercapai atau meleset. Eits, nih baca lagi:

"...boleh jadi kamu membenci sesuatu sedangkan ia baik untukmu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu sedangkan ia buruk untukmu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak tahu." (Surah al-Baqarah, ayat 216)


Sudah sangat jelas fimanNya menyebutkan, Dear. Allah tidak mungkin menelantarkan hamba-Nya. Maka, contekan ya saat saya benar-benar galau. Entah itu galau karena urusan skripsi yang sempat membuat saya stress, masalah kuliah, apalagi jika sudah mengalami masalah yang menyangkut urusan hati dan perasaan. Maka, saya langsung mencoba rileks. Mengganti "kacamata" saya dan lebih gencar bermunajat kepada-Nya. Karena? Karena tidak ada yang dapat mengobati hati selain Pemilik hati itu sendiri. Dialah Allah swt. Betapa Allah sangat memperhatikan kita hingga dibuatlah kita untuk lebih mendekat kepada-Nya.

Allah lah pemilik hati dan jiwa raga kita, Dear. Maka saat kita menuliskan semua daftar impian kita. Jangan ada keraguan sedikitpun untuk kita enggan menuliskannya karena dianggap tidak realistis. Jangan.! Kalau seperti itu, berarti kamu membiarkan ketidakyakinan akan kuasa-Nya mengalahkan semua keyakinan akan kekuasaan-Nya.

Tulis saja dan serahkan pada Allah swt. Perjuangkan supaya kita layak mencapai semua daftar impian kita itu. Maka, Saya mulai membuka kembali daftar impian saya yang (sempat) saya tulis di bulan Januari 2012. Alhamdulillah, betapa saya sangat tercengan. Sebagian yang saya inginkan tercapai dan terealisasi. Dan masih ada banyak mimpi saya lagi yang masih harus saya perjuangkan sampai target waktu yang saya tuliskan.!

Kuncinya, Yakin.! Iya, kalau yakin saja tidak punya berarti kamu meragukan kemampuanmu, kemampuan Tuhan yang Maha Besar. Kemampuan semua keadaan yang mendukungmu mencapai keberhasilan. Sungguh sayang, Dear...

Saya mulai mengedit dan merevisi dan memperbaharui proposal hidup saya. Dan memang harus diperbaharui. Menginjak semester akhir di bangku kuliah dengan usia 21 tahun memang saya harus lebih spesifik dalam menulis semua secara detail tentang daftar impian saya. Allah yang berkehendak. Allah yang mengabulkan. Semoga Engkau melihat setiap jerih payah dan kesungguhan kami dalam proses merealisasikan setiap impian kami, ya Allah.

Oh ya. Tidak lupa, mengutip dari "Proposal Hidup" Kek Jamil daftar impian jangan hanya sekedar ingin dan lebih banyak ke dunia saja. Hidup ini kan hanya panggung sandiwara. Tempat sebenarnya kita adalah di Akhirat. Khusus untuk ini saya pribadi ingin sekali menjadi seorang hafidzah (penghafal Qur'an). Aamiin ya Allah (bantu dan istiqamah-kan kami). Memperbaiki bacaan Qur'an yang masih butuh polesan sana sini. Dhuha tiap hari, Puasa senin kamis rutin. Tahajud minimal seminggu 3x, dll. (Ya Allah, tetapkanlah selalu hidayahMu di hati kami dan berikan kami ke-istiqamahan).

Lebih spesifik saya tuliskan di sebuah buku file yang saya beri judul "Blessing Dream Book". Iya, apapun judul bukunya, isinya seputar semua daftar keinginan saya. Allah-lah yang paling tahu bahkan daripada saya sendiri si pembuat daftar itu. Maka, cukuplah dengan keyakinan dan berserah diri secara total. Sebutkan dia selalu ditiap sujudmu. Biarlah Allah mewujudkan semuanya dengan cara-Nya yang istimewa. Terlalu istimewa hingga membuat saya tak berhenti untuk bertasbih kepada-Nya.

Karena lagi-lagi mengutip buku "Proposal Hidup" Kek Jamil:
Saat kamu meninggal kemudian Tuhan bertanya: "Prestasi apa yang sudah kamu toreh di dunia dengan semua fasilitas yang Aku berikan?"

Prestasi ini sudah tentu dari segi spirtual dan terlepas dari itu tentang kebermanfaatannya untuk orang banyak. Seberapa bermanfaatkah dirinya untuk sekitarnya di dunia?

Hmm, rasanya tidak sabar untuk terus memperbaharui proposal hidup. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diberikan keteguhan hati oleh Tuhan YME. Aamiin. :)


Hit me on:
@citraptiwi



Kalahkah Peng-Kurbanan Kita dengan Pemulung?

Dear Readers..

Tulisan ini tidak tahan untuk saya buat karena kekaguman pada pasangan pemulung yang luar biasa. Pemulung? Saya kagum, terharu dan tertampar karena ibadah yang berhasil mereka tunaikan.

Iya, pemulung. Memangnya kenapa dengan pemulung? Apa istimewanya mereka?

Masih dalam suasana Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah, seluruh umat muslim di dunia menikmati indahnya bertemu dengan Hari Raya ini. Kemudian, kabar datang dari pasangan pemulung Yati (55) dan Maman (35) yang memberikan kurban berupa dua ekor kambing yang diberikan ke panitia kurban di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan.

                    sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/pemulung-di-tebet-nabung-tiga-tahun-untuk-kurban.html

Seperti dilansir berbagai media yang memberitakan kabar ini, salah satunya dari Merdeka.com menyebutkan bahwa mereka mengaku menabung tiga tahun untuk membeli dua ekor kambing kurban. Walau susah payah, mereka ingin memberikan kurban, bukan terus mengantre diberi daging kurban. Mereka memberikan dua ekor kambing, yang besar dengan harga Rp 2 juta, yang kecil Rp 1 juta, ujar Yati seperti dilansir di Merdeka.com.

Ucapan yang membuat saya terharu adalah kutipan Yati dalam media fimadani.com.
“Saya ingin sekali saja, seumur hidup memberikan daging kurban. Ada kepuasaan, rasanya tebal sekali di dada. Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir".

Seperti informasi di berbagai media, Yati bersama suaminya Maman sehari-hari tinggal di gubuk triplek kecil di tempat sampah Tebet. Tak ada barang berharga di pondok 3x4 meter itu.

Menerima dua ekor kambing dari pasangan pemulung ini, para jemaah dan panitia Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan terharu dan meneteskan air mata seperti dikutip di berbagai media. Tak heran, saya pun yang membacanya sangat terharu. Bagaimana seorang seperti pasangan Yati dan Maman ini benar-benar memiliki hati tulus untuk berbagi dengan melaksanakan perintah-Nya yang hanya diwajibkan bagi kaum berada. Bagi mereka tentu miskin dan kemelaratan yang selama ini mereka derita tidak menghalangi sedikitpun keinginan mereka untuk berkurban.

Saya merasa tertampar membaca berbagai media yang memberitakan mereka. Sudah sangat dapat dilihat, bahwa tidak ada alasan untuk berbagi. Tidak ada kata mustahil untuk mencapai pahala mengharap Ridho-Nya.

Lalu, pantaskah kita mengeluh dengan terus menggunakan otak kiri saya untuk menalar dan perhitungan lagi tentang konsep berbagi dan memberi? Sudah saatnya memang kita sadar. Semua yang kita miliki adalah milik-Nya. Sejatinya kita tidak memiliki apa-apa. Sudah cukup rasanya kita memperhitung-hitungkan berapa yang harus kita keluarkan seminimal mungkin untuk berbagi.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.Al-Baqarah: 261)

Tidak ada kata mustahil rasanya bagi saya, kita dan semua orang yang lebih beruntung dari pasangan Ibu Yati dan suami yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung namun bisa memberikan dua ekor kambing kualitas super. Semua tidak akan terjadi tanpa kehendak Allah. Dan tidak akan muncul karena adanya niat. Iya, niat. Maka, saya pun berniat. Untuk sebuah komitmen dalam diri. Untuk sebuah konsistensi dalam mengarungi kehidupan. Berbagi menjadi garis mati.




Hit me on:
@citraptiwi


Draft Pembahasan Skripsi (Part 1)

Dears, sudah masuk Minggu kedua bulan September. Sedih, senang. Saya bisa memilih kedua rasa itu.
Tapi, pantaskah saya memilih sedih?

Selalu, kata yang menjadi mantra saat saya sedang bersedih adalah firman Allah di Surah At-Taubah: 40. Mentadaburi firmanNya yang agung tersebut. Keyakinan mulai kembali muncul saat saya benar-benar mengingat dan membaca lagi ayat tersebut.
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah: 40).
Target untuk maju seminar hasil Skripsi pada minggu kedua September rasanya harus sedikit digeser ke minggu akhir September, Insya Allah, saya pastikan itu Tuhan. Janji pada diri sendiri. Jika perlu saya tempel besar-besar dikamar kostan, rumah, wallpaper smartphone agar mudah terlihat. Seperti mengerjakan sebuah deadline. Iya, Dead-line (garis kematian-red). Garis antara perjuangan saya selama 4 tahun ini. Gelar sarjana yang dapat membuat kedua orang tua saya tersenyum lebar atas semua perjuangan mereka.

Rasa malas rasanya adalah hal yang paling besar berperan dalam mundurnya dan belum rampungnya pembahasan skripsi saya. Iya, bukan karena sekian banyak kesibukan organisasi dan tugas liputan yang saya kerjakan juga saat ini. Karena saya sadar dan terbukti, saya masih bisa bernafas lega, masih punya waktu menonton TV, pergi ke bioskop, dan segala hal senggang lainnya. Bukan seperti orang yang terbebani dan menganggap semua amanah organisasi dan pekerjaan saya yang masih aktif menulis menjadi penyebab lambatnya draft pembahasan skripsi saya. Sungguh, bukan karena itu semua. Saya sadar, sangat sadar ini karena rasa malas. Rasa sering menunda yang kerap hadir di diri untuk merampungkan skripsi. :(

La tahzan..
Kalau ini memang murni kesalahan saya, saya memang patut sedih. Sedih karena membiarkan saya terbuai oleh rasa malas dan tidak bersemangat menuntaskan skripsi. Satu yang membuat saya bangkit adalah saat mengingatMu dan kedua orang tua. Iya, bukankah motivasi terbesar memang orang tua. Siapa yang paling bangga saat saya memakai toga?

Ridho Allah Ridho Orang Tua...
Time schedule, saat saya bisa me-manage semua deadline tugas organisasi dan tulisan liputan artikel, kenapa saya tidak mampu me-manage tugas skripsi saya? Sungguh, bukan karena semua kesibukan saya yang menyebabkannya. Murni karena kesalahan saya sendiri. Satu hari 24 jam, masih ditambah ada waktu yang disebut weekend kan?

Kemana saya saat senggang? Weekend saya mungkin disibukan dengan tugas organisasi, rapat, les dan lain-lain. Tapi diluar itu, harusnya saya bisa langsung berfokus pada penulisan skripsi. Konsisten.

Saya berjanji Tuhan, Skripsi saya (Insya Allah) akan selesai di Minggu keempat September 2012 (sudah dalam bentuk hardcover). Seminar hasil (Insya Allah) akan saya lakukan Awal Oktober 2012. Insya Allah, Allah Akbar.! :) 

Jika saya bisa menepati janji saya pada diri sendiri, janji pada kedua orang tua. Berhasil mengalahkan ego dan nafsu, serta keluar dari zona nyaman saya selama ini, saya patut memberi hadiah pada diri saya sendiri. Tidak, tentu bukan saya yang akan menerima buah manis dan hadiah semua itu, Allah lah yang akan memberi hadiah bagi setiap hambaNya yang berjuang, berusaha.

Oh iya, tidak lupa, jangan pernah melupakan cita-cita yang mulai terlintas dibenak saya untuk menjadi seorang penghafal Qur'an. Semoga Allah selalu membimbing saya (kita) untuk terus mendekat padaNya. Bukankah jika kita mendekat, Allah akan berlari menuju kita. Allah maha baik...
"Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS.Al-Baqarah: 148)

@citraptiwi

Galau? Yakin?

"Enaknya makan dimana nih kita?"
"Gak tahu nih, galau"

"Kenapa loe?"
"Galau gue denger lagunya d'masive siang-siang gini"

"Galau nih, skripsi gue gak kelar-kelar" 


Yup, kata yang rasanya makin booming dan menjamur seperti sudah menjadi kebiasaan dan heran malah jika tidak diucapkan. Lucu ya? :)

Iya, anggap saja sebagai lucu-lucuan. Apa-apa galau, tidak hanya urusan hati tapi semua urusan kita kerap disangkut pautkan dengan yang namanya "galau". Lucu? Tapi, jatohnya malah ke hati loh. Hati-hati.

Saya pun begitu. Tak heran, namanya juga manusia. Untuk segala hal yang masih ghaib, urusan masa depan yang kita tidak pernah tahu akan seperti apa takdirNya, akan siapa jodoh kita nantinya, akan ditempatkan dipekerjaan seperti apa kita kedepannya, dan masih banyak lagi yang membuat kita galau. Dan yang paling sering ya itu, galau urusan hati. Saat pasangan muda-mudi mulai menimbang-nimbang pakah benar mereka adalah pasangan tulang rusuk yang telah Allah pasangkan, tentang semua kebenaran akan hubungan mereka selama ini. Galau? Sering bagi mereka.

Apa yang kamu lakukan saat galau? Mengunci diri dikamar sambil mendengarkan lagu-lagu mellow? Stop makan atau malah pelarian dengan banyak makan? Berjam-jam di depan facebook hanya untuk menghilangkan rasa galau? Hayoo jawab..

Dulu saya begitu, tapi justru itu menjadi titik balik bagi saya dan kehidupan saya. Saya mulai sadar, apakah semua hal yang saya sebutkan diatas benar-benar menghilangkan rasa galau? Yakin menghilangkan? hehee..

Mengutip sedikit dari kata-kata ka Oki Setiana Dewi di web pribadinya:
Sebuah nasihat mengatakan, hati kita ini tidak pernah kosong, kalau ia tidak diisi dengan keta’atan, berarti di dalamnya ada kemaksiatan. Nah! See?

Berarti, kita hanya memiliki dua pilihan : mau dalam keadaan taat, atau mau maksiat. Tidak bisa istirahat, tidak bisa diam. Kalau lengah sedikit, siap-siap syeitan yang akan menguasai hati dan pikiran kita. (naudzubillah...)

Galau bisa dikatakan seperti keadaan hati manusia yang kosong, rapuh, sedih yang tidak digandeng dengan sebuah rasa ikhlas sehingga tidak menimbulkan solusi. Kadang kita kalah dengan keadaan, saya pun pernah bahkan kerap mengalami hal seperti itu, tidak bisa dipungkiri.

Beruntung, Tuhan masih memeluk saya erat-erat. Tidak akan membiarkan saya berlarut dalam hal-hal yang sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan kesedihan itu. Tidak meninggalkan saya saat saya sendiri, tidak mengacuhkan saya seorang diri.

Tidak mungkin ada gelisah jika kita mengingat Allah. Tidak mungkin ada sedih jika kita dekat dengan Allah.
Untuk itulah kita perlu sebuah tindak nyata. Iya, tindak nyata untuk selalu menyibukkan diri agar senantiasa dalam dzikir kepada Allah. Mengingat Allah swt, Tuhan pemilik hati kita, Zat yang dapat membolak-balikkan hati kita.

Untuk apa khawatir dengan segala masa depan kita saat kita yakin akan semua mimpi kita yang melibatkan tangan Tuhan didalamnya?
Untuk apa kita galau akan siapa jodoh kita nantinya, jika kita percaya janji Allah itu pasti bagi kita yang senantiasa memantaskan diri?

Untuk apa dan untuk apa? :)

Based on my self, cara saya pribadi saat rasa galau menghampiri adalah dengan selalu menghadirkan Allah di hati dan pikiran. Iya, Ingatlah Allah dikala susah dan senang.
Sederhana?

Contohnya begini, saat ini yang benar-benar membuat saya galau adalah urusan skripsi, masalah hati dan beberapa hal sepele yang cukup menyita hati saya. Namun memang nampaknya, bukan saya saja yang dibuat galau oleh skipsi, semua mahasiswa pasti dibuat galau olehnya. Nah, saya mulai menghadirkan Allah disana. Mulai tumbuh rasa yakin di hati saat saya mengingatNya. Mulai ringan beban yang hadir dipikiran saat saya yakin Allah selalu hadir di hati dan pikiran. Ini tidak main-main, sesuai dengan firmanNya.
"Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang" (Ar-Ra’du:28)
Dan aku selalu ingat, dalam-dalam di hatiku. Allah selalu ada untuk kita.
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (At-Taubah: 40).
Saat hati kita diombak-ambik masalah perasaan, dan segala hal yang bisa membuat kita "galau" Ingatlah itu merupakan ujian hati. Ujian yang Allah berikan untuk kita, untuk menguji kita akankah tetap istiqamah dijalan-Nya atau malah berpaling dari-Nya (naudzubillah...).

Yuk, perbanyak dzikir pada Allah, shalawat kepada kekasihNya Muhammad saw. :)
Semoga Allah selalu meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendekatkan kita dengan orang-orang yang terbaik pilihanNya. Amin.:)

Masih galau? Yakin?

@citraptiwi

Muslimah yang "Melukis Pelangi"

Siapa yang tak kenal Oki Setiana Dewi?
Aktris sekaligus penulis yang telah menerbitkan tiga buku Best Seller Melukis Pelangi, Sejuta Pelangi dan Cahaya diatas Cahaya. Jujur saya belum membaca semua bukunya, namun saya menjadi salah satu penggemarnya saat saya mulai membaca semua tulisan di website pribadinya disini dan mulai mengenal OSD. Dan tentu saya berniat untuk membaca ketiga bukunya tersebut. Ingin lebih mengenal siapa OSD, kehidupannya di jalan dakwah dan ke istiqomahannya sebagai seorang muslimah.

Semua tulisan dan cerita yang dia goreskan di websitenya itu cukup membuat saya kagum dan ingin menjadi sepertinya, karena Allah ta'alla. Kekaguman ini tentu bukan tanpa alasan, bukan pula hanya karena dia seorang aktris terkenal dan dikenal banyak orang. Bukan, sejatinya bukan itu satu-satunya dan alasan paling besar yang membuat saya kagum padanya. Namun, lebih kepada kesuksesannya dalam mengisi ruhiyahnya lebih dekat kepada Allah SWT. Kesuksesannya untuk tetap istiqamah walau berada dikalangan dunia keartisan dan ketenaran. Kesuksesannya untuk selalu menjadi muslimah cerdas yang terus melahirkan karya.

Menjadi mahasiswi berprestasi di kampusnya dan ketenaran yang dia raih saat ini tidak lantas membuat dirinya lupa akan hal ruhiyah hubungannya dengan Tuhan. Dia tetap mengambil dan berniat menjadi seorang Hafidzah. Membekali dirinya di Rumah Qur'an sebuah rumah Tahfidz. Terus mengasah hatinya untuk selalu dekat dengan Tuhan. Tetap istiqamah dengan identitasnya mengenakan pakaian syar'i.

Iya, menjadi seorang Hafidzah adalah juga salah satu cita-cita dalam hidup saya. Menjadi wanita penghapal Qur'an adalah keinginan saya saat ini dan saya selalu berdoa pada Tuhan agar menjaga hati saya untuk tetap istiqamah. Muslimah yang penuh dengan prestasi, menghasilkan karya yang bisa menginspirasi orang yang membacanya. Dan saya cukup kagum dengan Ka Oki, kenapa? Seperti yang saya paparkan diatas, seperti "pelangi" yang selalu dibubuhkan ka Oki dalam kedua buku Best Sellernya. Dia memang sudah menjadi salah satu pelangi untuk kita, untukku yang semakin menambah motivasiku untuk selalu mendekatkan diriku pada-Nya. Yang semakin memotivasiku bersemangat untuk juga menjadi wanita penghafal Qur'an dan mentadaburinya. Contoh untuk para wanita muslimah akan keistiqamahan dan komitmennya untuk selalu menghadirkan Allah swt didalam hatinya.


Quotes of OSD
"Tidak mungkin ada gelisah jika kita mengingat Allah. Tidak mungkin ada sedih jika kita dekat dengan Allah"
"Sebuah nasihat mengatakan, hati kita ini tidak pernah kosong, kalau ia tidak diisi dengan keta’atan, berarti di dalamnya ada kemaksiatan. Berarti, kita sebagai manusia hanya memiliki dua pilihan; mau dalam keadaan taat, atau mau maksiat"
"Orang yang dekat dengan al-Qur’an, orang yang hatinya selalu berdzikir, akan mudah mendeteksi penyakit hati dalam dirinya, akan mudah pula mengusirnya. Tidak berlarut, tidak lagi galau. Insya Allah kita semua juga bisa seperti itu"
Bermimpilah! Memeluk Bulan Sekalipun..
More about Oki Setiana Dewi Just visit Oki Setiana Dewi

@citraptiwi


Sudahkah Anda sedekah hari ini?


Dear my lovely readers, Yup, kali ini sedikit cerita tentang betapa mungkin saya malu jika tidak segera konsisten setiap hari bahkan setiap waktu dalam satu hari untuk bersedekah setelah mendengar cerita ini.
Cerita yang saya dengar dari salah seorang sahabat saya, David. Cerita tentang seorang tukang bakso yang cukup membuat saya kagum. Kagum karena kedermawanan dan kekayaan hatinya dibalik kesederhanaan hidupnya sebagai seorang tukang bakso. Awalnya saya kira cerita tukang bakso ini mungkin sekedar cerita seorang dermawan lainnya seperti yang kerap saya dengar. Dan menjadi spesial hikmah yang didapat saat saya terus melanjutkan untuk mengamati cerita tukang bakso ini. 

Emang, begitu biasa beliau dipanggil oleh para pelanggannya. Berangkat pagi pulang senja bahkan kerap melewati malam untuk menjajakan jualan baksonya. Pulang dengan disambut istri dan anak-anaknya yang selalu memperlihatkan senyum dan kebahagiaan. Menunggu sang kepala keluarga pulang kerumah dan melihat hasil dagangannya habis terjual cukup membuat keluarga kecil tersebut tak henti-hentinya bersyukur kepada Sang Maha Pemberi.


 Sepulang beraktivitas, sahabat saya yang memang sudah menjadi langganan Emang tukang bakso ini memanggilnya untuk memesan bakso. David memesan beberapa bakso juga untuk adik-adik asuhnya yang sedang bermain dirumahnya. Usai membayar, David melihat Emang memasukan semua uangnya ke dalam tiga tempat yang berbeda. Uang hasil jualannya tersebut Ia masukan ke dalam laci, dompet, dan terakhir Ia masukan ke dalam kaleng bekas biskuit yang telah kosong. 

Pertanyaan kemudian terus berputar di kepala David. Rasa penasaran hinggap dipikirannya. Uang kembalian diterima David sambil mengucapkan terima kasih, Emang kembali merapikan uang di dalam laci, dompet dan kaleng biskuitnya. 

“Oh ia, Mang, maaf nih, kalau boleh tahu kenapa uang-uang itu Emang pisahkan ya? Ada tujuannya kah Mang?”
“Oh, Ia mas, uang-uang ini memang sudah saya pisahkan selama saya menjadi tukang bakso, Mas”
“Oh, barangkali ada maksud dan tujuannya Mang kenapa dipisahkan sampai tiga begitu” tanya David makin penasaran.
“Wah, tujuannya sederhana saja Mas, Emang cuma ingin memisahkan mana yang memang menjadi hak Emang, hak orang lain dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurna iman” Jawab Emang dengan lancar.
“Oh, maksudnya gimana tuh Mang?”
“Ia Mas, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Maka Emang membaginya menjadi tiga. Petama, uang yang masuk ke dompet artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga. Uang yang masuk ke laci untuk infaq/sedekah dan ibadah Qurban. Uang yg masuk ke kaleng itu Emang sisihkan karena ingin mnyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam”
“Subhanallah, sudah berapa lama Emang rutin memisahkan uang-uang penghasilan Emang ini?
“Sudah hampir 17 tahun Mas, dan Alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut Qurban seekor kambing meskipun kambingnya hanya ukuran sedang”

David dan saya yang menjadi pengamat ceritanya pagi itu semakin kagum dengan sosok lelaki yang berprofesi sebagai tukang bakso ini. David semakin penasaran dan melanjutkan ceritanya. Ia ingin menggali pelajaran berharga dari tukang bakso langganannya tersebut.

 “Subhanallah, Mang saya salut sama Emang, tapi untuk uang yang dimasukkan dalam kaleng untuk biaya haji tersebut, bukankah ibadah haji hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya?”
“Itulah sebabnya Mas. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini karena definisi mampu bukan hak pak RT/RW, bukan hak pak camat ataupun MUI. Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu maka mungkin slamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu” Jelas Emang.

Kekaguman David pada sosok lelaki didepannya ini semakin bertambah, Ia benar-benar mendapat pelajaran berharga tentang keikhlasan, perjuangan dan keyakinan. 

“Emang tahu melaksanakan Ibadah haji ini tentu membutuhkan biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri untuk menyisihkan sebagian penghasilan ini untuk tabungan haji, Istri menyutujui niat baik ini, dan Alhamdulillah setelah 17 tahun Emang menabung dan menyisihkan tabungan haji ini, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji, Insya Allah atas ijin Allah”

Subhanallah, jawaban yang sangat membuat saya dan sahabat saya David benar-benar tersentuh hatinya. Jawaban yang sarat akan keyakinan, perjuangan dan keikhlasan dari seorang tukang bakso sederhana. 

Kalau seorang tukang bakso saja bisa sebegitu dermawannya, bisa sebegitu patuhnya akan perintah Allah swt untuk bersedekah dan berjuang melaksanakan rukun iman yang hanya diwajibkan oleh kaum mampu saja, kenapa kadang kita masih enggan berbagi dan meyisihkan sebagian penghasilan kita? 

Saya pun harus banyak belajar dari orang-orang seperti beliau, semua profesi yang hinggap di depan saya, siapapun dia, apa profesinya, jika kehalalan yang menjadi tujuan utama pekerjaannya, Insya Allah Ridho Allah akan selalu menyertai setiap peluh tetes mereka. 

Jadi, sudahkah Anda (saya) sedekah hari ini?



Wisuda November 2012? (y)


Kalau semua mahasiswa diminta memilih untuk mengambil tugas akhir atau tidak, sudah pasti 90% mahasiswa memilih untuk tidak mengambil mata kuliah TA berupa skripsi. Kenapa? ya, sudah dipastikan akan sangat memakan waktu, tenaga bahkan biaya. Perjuangan untuk mendapatkan gelar sarjana selama 4 tingkat harus diperjuangkan lebih ekstra pada mata kuliah yang hanya 6 sks berupa Tugas Akhir (Skripsi). Tugas Akhir yang mengalahkan semua mata kuliah selama 4 tingkat di bangku kuliah, mengalahkan semua sks yang telah kita kumpulkan sejak semester awal. Walau sudah banyak Universitas yang berpatokan pada kurikulum di Luar Negeri dengan meniadakan program skripsi seperti banyak teman saya di Universitas Indonesia yang Oh my God, envy karena mereka dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu bahkan sangat cepat dengan IPK yang memadai. Yup, tidak perlu berlama-lama melakukan penelitian dan bersenang-senang dengan yang namanya pacaran dengan paper, metodelogi dan pembahasan. hmppttt...

Tapi, realitas harus tetap dihadapi, kampus saya di UIN Jakarta dengan jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi tentu masih menerapkan program TA berupa penulisan skripsi. Dan, bonusnya adalah saya dan teman-teman kimia harus siap, legowo dan sadar bahwa jurusan Kimia murni memang tidak boleh sembarang memberikan hasil. Melalui tahap penelitian, eksperimen dan percobaan berbulan-bulan lamanya yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil ya, iya baru hasil penelitian, itu berarti bab 4 berupa Hasil baru bisa kita dapatkan setelah melalui percobaan berbulan-bulan lamanya di Laboratorium. Nice.! ;D

Ditambah lagi saat melihat semangat dan motivasi mama papa yang ingin segera melihat anaknya ini memakai toga. Oke, makin semangat atau galau? :)
Sepertinya tidak perlu ditanya lagi apa perasaan saya saat ini. Saya memang tidak sendiri, ada puluhan mahasiswa/i tingkat akhir terutama di jurusan saya yang juga mengalami kegalauan yang sama. Tentu bukan karena kampus saya yang memberatkan proses selesainya TA, malah berbagai dorongan para Dospem dan Ketua Prodi sangat membuat kami yang sempat down, semangat lagi untuk segera menyelesaikan penelitian.

Kenapa bisa lama? Ya namanya juga penelitian, di Laboratorium, eksperimen, layaknya para peneliti yang akan menghasilkan jawaban baru dari sebuah judul permasalahan dan solusi. Terhitung sejak Maret 2012 dan saya baru bisa mendapatkan hasil pada Agustus 2012 di bidang Kimia Lingkungan.:) Hasil ya, baru hasil, belum pembahasan.:) Banyak faktor, padahal kenapa saya memilih bidang Kimia Lingkungan, selain karena saya memang tertarik di isu Lingkungan, banyak bukti bahwa penelitian kimia di bidang lingkungan memang tidak selama jika dibanding dengan bidang lain seperti Biokimia, Kimia Organik, dll. Namun, banyak faktor yang dapat membantah mitos tersebut. hehee. Dari mulai masalah teknis laboratorium, hasil yang harus berkali-kali diulang karena tidak bagus, dll. :)

Kecewa? Hopeless? Rasanya itu terlalu kekanak-kanakan. Tuhan pasti tahu apa yang kita rasakan, Tuhan pasti tahu derita mahasiswa akhir. hehee..
Semoga perjuangan kami untuk sabar dalam meneliti untuk mendapatkan hasil yang murni dan jujur bisa menjadi ladang amal dan ibadah kami selama penelitian. Semoga kesabaran kami bisa mengantarkan kami menuju nilai terbaik yang akan diperlihatkan kepada kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan semua orang yang kami sayangi dan terus memotivasi kami sampai akhir. Amin.:)

Kalau ditanya hambatan saat penelitian? emm, rasanya bisa menghabiskan cerita lebih panjang untuk menulisnya. Sadar bahwa setiap hambatan yang terjadi saat penelitian diluar kehendak kita adalah bukan kebetulan, ya kan? :) Kalau semua adalah sudah kehendak Tuhan saat kita sudah memaksimalkan dan terus berdoa kenapa kita harus khawatir? :) Pasti ada sesuatu yang telah Tuhan siapkan dibalik semua tangisan, kesedihan dan perjuangan kita demi selesainya Tugas Akhir. Insya Allah..:)



Lebih legowo? Kalau saya iya.:)
Setiap ingat bahwa setiap perjuangan memang butuh pengorbanan dan Tuhan pasti melihat ini semua, saya kembali bersikap menerima, terbuka dan terus berpikir positif. Oh ya, jangan lupa juga Tahajud, Duha, Shaum sunah dan berbagai amalan sunah lainnya. Bisa jadi Tuhan memberikan kita teguran untuk lebih semangat beribadah. Tuhan rindu kita bermunajat kepadaNya.:)

Dan diakhir, Alhamdulillah. Insya Allah atas kehendak Allah juga lah nantinya saya dan teman-teman Kimia saya yang lain mendapat kadar dan rezeki kelulusan sesuai perjuangan, doa dan keputusan dariNya.:)

Pantaskah kita lulus Tahun ini? Semoga memang keinginan Mama Papa, saya pribadi dan orang-orang yang menyayangi saya untuk lulus di November 2012 juga menjadi keputusan paling baik menurutNya. Insya Allah, Amin.

Dan, sekarang saya sedang menyusuk bab 4 masuk ke pembahasan di pertengahan Agustus 2012. Semangaaaat, masih ada kesempatan untuk mengejar wisuda November 2012. Amin, Insya Allah.
Doakan aku...:D

Follow and chat me on:
@citraptiwi

Menggapai Impian dengan Prophetic Learning

Hello, back again. Seperti biasa, kali ini saya ingin menulis artikel liputan kegiatan yang saya ikuti. Kegiatan kali ini adalah Muhasabah motivasi yang dilaksanakan pada Minggu (12/08) bersama teman-teman Winning Indonesia bertempat di Sekolah Alam, Depok. Kegiatan ini adalah kegiatan semacam pesantren kilat bagi para anggota Winning sekaligus muhasabah dan penjelasan seputar materi public speaking seperti materi-materi yang biasa saya dan teman-teman WI dapatkan saat kelas berlangsung. Bonusnya, pada kesempatan kali ini materi tambahan yang cukup lama adalah materi Coaching Business yang diberikan Bpk. Adi Rohadi yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis. Beliau membagikan dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami semua. Bagi saya pribadi, acara ini benar-benar membuka pikiran saya akan semua dream mapping saya yang masih kurang lengkap. Dengan mengikuti berbagai acara-acara muhasabah, lama-lama dream mapping saya mulai lengkap dan tidak bolong-bolong. :D



Lanjut ke materi pertama yang dibawakan oleh Trainer di Winning Indonesia yaitu kak Kris tentang Prophetic Learning. How can we always be a student learner. Yup, karena hidup adalah belajar, belajar dari setiap kejadian yang kita lalui. Materi yang dibawakan berasal dari sebuah buku yang berjudul sama, Prophetic Learning. Prophet yang berarti Nabi, bagaimana caranya kita meneladani cara belajar Rasulullah saw dalam keseharian kita agar senantiasa menjadi manuia pembelajar yang di Ridhoi olehNya.

Dimulai dari pertanyaan pembuka dari kak Kris bahwa setiap kita pasti memiliki impian yang besar. Nah, ada ketentuan-ketentuan yang bisa menjadi pembelajaran bagi kita agar impian kita bisa kita realisasikan dengan cepat, Insya Allah tentu dengan izin Allah swt. :)

Ringkasan materi bisa dilihat disini

Nah, di sesi materi ini juga para peserta diminta untuk menulis cita-cita terbesarnya dalam waktu 15 menit saja. Yup, tanpa pikir panjang karena waktu yang diberikan memang singkat hanya 15 menit saya hanya menuliskan satu impian saya diantara ratusan impian yang ingin saya wujudkan. Pilihan jatuh pada salah satu impian saya untuk menjadi seorang penulis best seller dan menerbitkan buku best seller di ulang tahun saya yang ke-22 pada 25 April 2013 nanti, Insya Allah.

Setelah menuliskan impian, seperti biasa yang selalu dilakukan di Wining Indonesia sesuai dengan basicnya sebagai sekolah Public Speaking, para peserta mulai mempresentasikan impian-impian mereka. Sesi selanjutnya adalah me-list kemampuan-kemampuan pembelajaran apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan impian kita tersebut. Saya ambil contoh pada diri sendiri untuk menjadi seorang penulis. Kemampuan intelektual yang harus saya miliki tentu saja dengan terus mengasah kemampuan menulis mulai dari menulis walau minimal satu lembar setiap hari, aktif bloging, tumblr, aktif di dunia jurnalistik dan apapun yang dapat mengasah kemampuan menulis bahkan jika perlu mengikuti pelatihan sekolah menulis atau membaca buku-buku seputar jurnalistik dan kepenulisan.:)

Langkah selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga semangat dalam menjalani setiap kegiatan-kegiatan pendukung tercapainya impian kita tersebut?
Nah, saya ambil lagi contoh di diri saya lagi saat ingin menjadi seorang penulis. kalo saya lagi down atau terserang writer's blog, bisa diatasi dengan cara yang sebelumnya telah saya paparkan di postingan lalu. Selain itu, coba untuk bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang memotivasi saya dalam menulis? menjadi seorang penulis? apakah eksis? terkenal? Menambah amal ibadah, pahala? Penyebaran informasi? apapun jawaban yang akan muncul nantinya jadikan itu sebagai motivasi untuk konsisten melakukan setiap kegiatan yang mendukung tercapainya impian..:)

Lanjut ke sesi selanjutnya adalah yang paling "ngena" di hati. Kenapa? karena ini menyangkut impian kita dengan amal apa yang bisa kita berikan dan itu semua tentu akan sangat mendekatkan kita dengan Tuhan. Amin.:)

Contoh nilai-nilai spiritual disini saya ambil lagi lanjutan salah satu impian saya untuk menjadi penulis buku best seller pada usia 22 tahun. Nah, nila-nila spiritual bisa dicontohkan dengan misalnya, 100% royalti buku (buku pertama) akan disumbangkan ke suatu yayasan sosial. Betapa bening dan damai bukan?

Itu hanya salah satu contoh nilai spiritual yang bisa disisipkan dalam impian kita, masih banyak nilai-nilai spiritual yang bisa disisipkan pada banyaknya impian kita. Tinggal bagaimana kita bisa bersikap bijaksana akan semunya. Intinya untuk mengharap Ridho Illahi. Amin.:)

At least, menjadi penulis best seller hanya satu diantara sekian banyak impian yang saya ingin wujudkan. Alhamdulillah sebagian sudah terealisasi, dan masih banyak yang masih dalam proses bekerja keras, doa dan keyakinan yang terus saya tanamkan dalam diri.

Yuk, sama-sama berjuang dan berdoa semoga kita semua dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik, dan tentunya dikumpulkan dalam golongan orang-orang yang mendapat syafaat di hari akhir nanti. Insya Allah. Amin.:)

@citraptiwi

Menulislah!

Hello my dearest reader, masih seputar materi di pelatihan Jurnalistik Kemanusiaan yang saya ikuti. Liputan acaranya bisa dilihat disini atau disini. Nah, kali ini saya akan menyinggung sedikit tentang tips dari Pak Iqbal selaku pemateri utama di acara tersebut seputar gimana membawa keasyikan menulis setiap harinya. Yup, bagi kalian yang emang hobi nulis, diminta untuk menulis aktif setiap hari tidak akan kesulitan sama sekali ya, walau sempat mengalami yang namanya writer's block, tak dipungkiri saya pun kerap mengalaminya, tapi insya Allah itu tidak akan lama. Nah, gimana kalo kita yang hobi nulis tapi baru memulai untuk menulis aktif dimanapun dan kapanpun. hmmmm.. Please read it until finish.:)


Sempat bingung soal ide dan apa yang akan ditulis?
Yup, itu salah satu pertanda kalau kita sedang mengalami yang namanya writer's block. Paling menyebalkan ya? Saya juga begitu. Saat semangat nulis, tapi tiba-tiba berhenti ditengah jalan dan bingung apa yang mau ditulis.:D

Cara yang dipaparkan Pak Iqbal sederhana, namun bagi saya ini cukup ampuh dan bisa menjadi pegangan bagi saya saat sedang mengalami writer's block. Tentu yang paling utama adalah Hargai waktumu. Seorang jurnalis dan penulis harusnya memiliki hari yang baru dan fresh setiap harinya karena sejatinya mereka memberikan kesegaran berita dan gagasan-gagasan segar bagi para pembaca. So, kita sendiri harus fresh dan segar dong ya.:)

Gimana caranya supaya setiap harinya kita segar dalam menulis dan memberikan gagasan? :)
Jawabannya sederhana, Dengan membuat setiap harinya baru dengan karyamu, hehe. Sederhana kan? :)
Nah, terus gimana kita bisa berkarya kalo kita aja bingung mau nulis apa? Eits, jangan putus asa dulu dong, mau jadi penulis aktif dan handal kan? Nah, keseringan kita untuk bingung dalam memilih dan menciptakan ide tulisan emang karena kita terlalu muluk dalam mencari ide. huft. Kita keburu pengen nulis sesuatu yang big dan mengguncang para pembaca, hehe. Pernah menulis diary atau curhatan apapun, di twitter deh, sering kan? Itu juga bisa kita jadikan bahan tulisan loh.

Sejatinya, inspirasi bisa datang dari mana saja, tidak perlu jauh-jauh menyendiri sampai naik gunung atau ke pantai yang jauh untuk mencari ide dan inspirasi. Orang-orang disebelah kita, kehidupan-kehidupan sederhana yang setiap hari kita lihat di metro mini, mall, kampus, sekolah, jalan dan apapun bisa kita jadikan sumber inspirasi. Kuncinya sederhana, ungkapkan saja apa yang kalian rasakan saat melihat sesuatu yang baru.

Trus, kalo setiap harinya kita melakukan hal yang sama, monoton gimana?
Eits, lagi-lagi seorang penulis itu juga seorang creative junkies dong ya. Kita harus kreatif menciptakan sesuatu hal yang baru mulai dari hal-hal kecil walaupun setiap harinya kita melakukan pekerjaan yang sama. Mulai dari pergi ke tempat kerja/ kampus dengan jalan yang berbeda, mengenakan tas yang berbeda, atau mungkin dandanan yang berbeda.:D
Be creative, Dear. ;)


@citraptiwi

Hidup ini Indah

Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.

IFA Coaching Program


Saya siap sukses menjadi Entrepreuneur.! Bagaimana dengan Anda?
 
Hello my dearest reader,
Salam Dahsyat.!
Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang ICP (IFA Coaching Program) batch 1 yang sedang saya ikuti. ICP ini dimulai dengan Basic Training selama 3 hari pada tanggal 28-30 Oktober 2011, dan insya Allah pelatihan akan berlanjut selama 3 bulan kedepan. :)

It's a damn amazing training I've ever followed. Tiga hari pertama pada Basic Training yang luar biasa dimana kita dilatih untuk bisa membuka potensi-potensi dan kekuatan diri kita serta membangkitkan kembali seluruh impian-impian besar kita di masa depan.

Materi serta simulasi yang diberikan pada basic training selama 3 hari pertama sungguh luar biasa. Mulai dari menguak potensi diri dan membuka pikiran kita akan berbagai penghalang yang dapat menghalangi kesuksesan kita. Hari pertama dimulai pukul 09.00-21.00 wib, hari kedua pukul 09.00-18.00 wib, dan hari ketiga dimulai pukul 14.00-21.00 wib.

Pemberi materi utama (Master Training) adalah Bpk.Tanu Sutomo yang akrab disapa Pak Tomo selaku Direktur Utama IFA bersama 8 orang tim coaching yaitu Pak Hartono, Pak Juli, Pak Tobing, Mas Shoim, Pak Riyadi, Ibu Ina, Mbak Shofi, dan Mas Ady. Jumlah peserta yang mengikuti training sebanyak 20 orang pada angkatan pertama ini dengan nama kelompok besar Leader Team. Kami dibagi menjadi empat kelompok kecil. Saya sendiri di kelompok 4 dengan coaching Mbak Shofi dan Mas Tobing.

Di hari pertama basic training dibuka dengan materi oleh Bpk. Tomo yang menjalaskan dan membuka pikiran kita agar menjadi seorang pemain yang senantiasa menciptakan nilai di kehidupan. Pada salah satu sesi materi training, Bpk. Tomo menjelaskan tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan potensi diri serta fokus pada visi misi yang menunjang impian kita dan berhenti memikirkan pandangan-pandangan negatif orang lain yang dapat membuat diri kita jatuh karena sesungguhnya pandangan negatif seseorang merupakan kacamata/ refleksi dari masa lalu mereka sendiri. Training selama tiga hari ini tidak sekedar pemberian materi namun juga dengan berbagai simulasi, praktek langsung dan sharing oleh para peserta. Di hari ketiga IBT ini, kami mendapat Entrepreneur Challenge selama 20 jam dari Pak Tomo dan harus memraktekan materi yang telah diberikan. :D

Empat Pesan Bpk. Tomo
#Day 1.

1. Tentang "Pandangan"
Bagaimana seseorang berperilaku, itu tdak terlepas dgn apa yg telah ia lalui di masa lalu. Berbeda adalah hal yang harfiah. Tak perlu memaksakan diri untuk sama semuanya, yang kita butuhkan adalah bagaimana caranya agar bisa sinergi dengan sesama. Jadi kita tidak perlu capek-capek membuktikan bahwa kita itu benar, karna selama berjalan di jalan ilahi, kita semua berjalan di kebenaran

2. Tentang "Zona Nyaman"
Banyak dari kita yang msih terbelengu dan msih berada di "lingkaran setan".

3. Tentang "Terpaksa"
Lakukanlah segala sesuatu dengan ikhlas. Seseorang yang terpaksa menunjukkan bahwa dirinya tidak punya pilihan. Cara yang terbaik sebenarnya adalah coba pikirkan hal yang paling terburuk apa yang akan didapatkan jika kita tidak mengerjakan pekerjaan yang kita anggap terpaksa itu. Contoh: Jika saya tidak melakukan ini maka saya akan bla bla bla.. sampai akhirnya menemukan jawaban terburuk yang akan kita dapatkan jika tidak melakukannya. Ajukan sebanyak-banyaknya pertanyaan, hingga kita mendapatkan hal yang terburuk jika kita tidak melakukannya. sehingga diperoleh kesimpulan: "Saya lebih baik a daripada z"

4. Tentang "Korban"
Dalam menjalani kehidupan jangan merasa jadi korban dan meminta belas kasihan pada orang lain. Ada dua dunia, dunia yang ada pada diri kita, dan dunia yang ada di luar diri kita. Yang dapat kita kontrol adalah yang ada pada diri kita. Kita memiliki tanggung jawab atas kehidupan kita.
JADILAH PEMAIN YANG MENCIPTAKAN NILAI!

Di hari kedua IBT, materi dan simulasi yang diberikan lebih luar biasa. Hari kedua adalah hari tentang dream mapping dan penjelasan 10 karakter pemenang sukses yang wajib dimiliki oleh masing-masing pribadi. :)

10 Karakter Pemenang Sukses
#Day 2.

1. Keinginan yang menggebu.
2. Kepercayaan yang kokoh.
3. Tindakan yang efektif.
4. Semangat baja.
5. 100% adalah mungkin dalam 100% waktu.
6. Sesuatu yang terjadi itu adalah karena saya.
7. Hidup adalah permainan enrollment (mengajak).
8. Kerja sama, pemain dalam tim komit dalam satu visi yang sama.
9. Visi/janji/komitmen adalah yang mendikte saya, bukan perasaan, penilaian, evaluasi saya (saya mempunyai perasaan, penilaian dan evaluasi).
10. Saya menghormati setiap perkataan saya dengan tindakan saya.


Di hari selanjutnya IBT ini yaitu di hari ketiga, kami mendapatkan tantangan entrepreneur dari Pak Tomo selama 20 jam. Ini merupakan tantangan mental bagi semua entrepreuneur yaitu menjual produk. Awalnya sempat terpikir oh my God! kami harus door to door dan terjun lapangan untuk melakukan tantangan ini. Hmm, tapi kami berpikir dan berusaha untuk open minded, it's to us. Pak Tomo memberikan tantangan 20 jam ini untuk melatih mental kita sebagai seorang calon entrepreuneur. Dan, gotcha..! We're do it.!:D
Saya bersama dengan seluruh peserta IBT benar-benar terjun ke lapangan untuk melakukan tantangan ini.:D



Hari terakhir di tiga hari IBT ini merupakan closing dari IBT yang luar biasa, kami benar-benar seperti mendapat semangat baru dan motivasi untuk segera meraih seluruh impian kita. Pemaparan materi dan seluruh simulasi di tiga hari pertama pelatihan ini benar-benar membuat pikiran kita lebih terbuka guys..

Eeitsss,,Pelatihan ini tidak hanya sampai disini my dearest reader. Yang membedakan training ICP dengan semua training Entrepreuneur adalah kita dibimbing selama 108 hari kedepan oleh para coaching yang luar biasa dan dibimbing langsung oleh Master Training Bpk. Tanu Sutomo selaku Direktur Utama IFA. DAHSYAT..:D

Insya Allah saya beserta dengan teman-teman ICP angkatan 1 yang lain akan berkomitmen selama 108 hari kedepan untuk terus mengikuti pelatihan yang luar biasa ini.

Dan, kabar gembiranya adalah pelatihan ini membuka pendaftaran untuk ICP angkatan 2 sampai tanggal 8 Desember 2011 dan pelatihan IBT 2 akan dilaksanakan pada 9 Desember 2011. Bagi teman-teman pembaca yang tertarik dan merasa pelatihan ini penting untuk teman-teman sekalian, daftarkan segera diri kalian untuk juga mengikuti pelatihan ICP Batch 2 ini. Biaya pelatihan sebesar Rp590.000,- dan pelatihan akan berlangsung selama 108 hari atau selama 3 bulan.:)

Kenapa harus ICP?
Banyak dari kita merupakan seorang yang seungguhnya memiliki kemampuan luar biasa untuk bisa meraih apapun yang kita inginkan. Namun, banyak orang terbelenggu oleh pikiran-pikiran negatif dari luar dan terkungkung oleh pandangan-pandangan orang lain sehingga menjadikan kita pribadi yang kurang percaya diri, bimbang dan tidak mengetahui tujuan dan impian hidup. Di ICP ini, pikiran teman-teman akan dibuka dan dilatih supaya menjadi seseorang yang lebih struggle dan kompeten untuk bisa mewujudkan impian teman-teman. Fasilitas yang sangat mendukung serta bimbingan yang diberikan para Coaching yang luar biasa di ICP ini juga sangat mendukung maksimalnya pelatihan selama 3 bulan ini.

Ada sekitar 16 materi yang akan diberikan dan dilatih di ICP ini. Materi-materi pelatihan yang akan didapatkan selama 3 bulan pelatihan diantaranya IBT (IFA Basic Training), Building Teamwork (Membangun kerja sama tim), Basic Communication and Presentation (Dasar-dasar komunikasi dan presentasi), Breakthrough Your Limiting Beliefs, How to Turn Your Weakness into Strength, Awakening The Dragon in You, The Power of Dream, Charismatic Leadership,dan masih banyak lagi materi dan simulasi yang akan dipelajari dan dilatih selama 3 bulan pelatihan ini. Semuanya tentu saja untuk meningkatkan kapasitas dan karakter diri menjadi pribadi yang unggul dan berjiwa leadership serta bermental baja untuk meraih kesuksesan dan penghasilan (omset).

So, sekali lagi bagi teman-teman pembaca yang tertarik dan merasa pelatihan ini penting untuk teman-teman sekalian, daftarkan segera diri kalian untuk juga mengikuti pelatihan ICP Batch 2 ini. 

Biaya Rp.590.000,- selama 3 bulan pelatihan.  
DP cukup membayar 290.000,- pada bulan pertama kemudian masing-masing 150.000,- pada bulan kedua dan ketiga. 

Informasi dan pendaftaran ICP Batch 2: 
Citra (08567515578)

Alamat Kantor Redaksi:
Jl. Viktor BSD, no.88 Serpong Tangerang, Banten 15316

What's Love Called?





Apakah Cinta butuh balasan?

Ketika kita berpikir apakah orang disekitar kita pantas mendapatkan cinta kita, atau ketika kita pernah merasakan dikhianati oleh cinta, kita akan melihat orang lain dengan kacamata pandangan masa lalu kita. Melihat orang dengan perasaan was-was dan enggan untuk membuka hati menjadi lebih lapang dan terbuka.

What does love look like? It has the hands to help others. It has the feet to hasten to the poor and needy. It has eyes to see misery and want. It has the ears to hear the sighs and sorrows of men. That is what love looks like. 

Padahal, cinta tidak bisa diukur dari sudut pandang kacamata kita saja atau tentang sebuah cinta "bohongan".

Cinta tidak bisa diukur hanya dari keterikatan hati antara laki-laki dan wanita. Tidak, sama sekali tidak. Cinta bisa lebih jauh diartikan dan luar pengertiannya.

Hanya ketika seseorang mengalami patah hati atau cintanya tidak berakhir di pelaminan dan retak ditengah jalan. Tidak bisa diartikan pula bahwa semua cinta tidak bisa ditaklukan, kan?

if you can’t get the love you want, give all the love you have“! Spread your love to everyone you meet. Berbagi cinta kepada yang membutuhkan.

Kali ini saya tidak mau membahas cinta antara dua mahluk yang bernama laki-laki dan perempuan. Dan sedikit menekankan untuk pembukaan "mata" dan pikiran bahwa cinta tidak sekedar berkutat pada pasangan, patah hati, putus cinta, berbunga-bunga dan sebagainya. Cinta lebih luas dari itu, Dear.

Cinta kepada orang tua contohnya, wajib. Kepada para saudara dan sesama muslim juga kebutuhan. Tidak ada alasan untuk menentang.

Kita bisa mulai melihat di sekitar kita, menengok apa yang setiap saat kita lihat saat kita berangkat bekerja, saat kita bertemu dengan orang-orang yang tidak seberuntung kita saat akan pergi ke mall. Terlalu banyak orang yang membutuhkan cinta kita. Tidak ada alasan untuk kita menutup diri dari bahagianya merayakan cinta hanya karena putus cinta, kan? :)

Orphans, poor people, disable and difable people, dan yang lainnya butuh kasih sayang kita tentunya. Saat kita mulai memikirkan hal membuat hati galau dan tidak berguna, kita bisa berpikir dan merenung bagaimana mereka diluar sana yang tetap tersenyum dalam segala keterbatasan yang mereka miliki. Cinta yang mungkin secara tidak sadar mulai meninggalkan mereka. Apakah mereka masih bisa tertawa?



 Spread your love to everyone you meet!





Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah ayat 261)




So, tidak berarti yang cintanya bertepuk sebelah tangan, atau batal bersanding dengan pujaan hati melihat "cinta" hanya sebagai objek masa lalu yang tidak menyenangkan. Hey! You can reach yourself more than this, Dear! :)

“Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa doamu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan lengah.” (HR. Ahmad)

Mudah-mudahan kita selalu menjadi orang yang terbebas dari galau berkelanjutan dan berkepanjangan yang nantinya akan mencopet waktu berharga kita.:) Masih banyak hal-hal berguna dan bermanfaat yang bisa kita pikirkan dan kerjakan, kan?

Think twice if you get stuck and sick to yourself with your love life.

Cinta kita diukur dari apa yang bisa kita berikan ke orang lain dan balasan akan datang tanpa diminta. Spread Your Love to Averyone You Meet.:)

You are all such a great thing to became a part of my life and my inspiration.  No excuse!

if you can’t get the love you want, give all the love you have“!  

Hit me on @citraptiwi