Training pengolahan sampah

Bersama teman-teman KKS saya kembali mendapat kesempatan berkunjung sekaligus mendapatkan pelatihan tentang pegolahan sampah langsung dari Eyang Harini Bambang dan para staff-staffnya pada hari Minggu (15/04) bertempat di kediaman Beliau di Jl.Banjarsari 14, Cilandak Jaksel.;')

Harii yang sangat menyenangkan guys,, talking about global warming and how to make it descend.
Dibuka dengan pembukaan oleh Eyang Harini yang menjelaskan sedikit tentang apa itu sampah, penggolongan sampah dan cara pemilahannya. Tentang bagaimana kita menerapkan prinsip 4R dan mengubah pola pikir kita bahwa "Sampah kita adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain".
Pengolahan sampah yang kami pelajari terdiri dari cara pembuatan kompos, handycraft, dan pengenalan tanaman obat. Dalam pelatihan ini, eyang tidak sendiri, beliau dibantu oleh Oma Nina, Ibu Sisca, dan mbak Lastri. Mereka tidak hanya mengajarkan kami keterampilan dan cara pembibitan tapi juga mengajarkan bagaimana kita lebih bisa bersikap terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Pengetahuan yang sangat berharga dari para praktisi lingkungan yang sudah hampir berkepala 8..:')



Mulai dari pembuatan kompos secara alami dengan sampah-sampah organik dan pembuatan dengan menggunakan aktivator. "Membuat pupuk organik itu sama seperti membuat kue, ada takaran dan komposisinya" ujar Eyang..hehehe..





Lalu belajar membuat handycraft dari bungkus-bungkus plastik, menyulam, melipat-lipat, menjahit,heheheee..:'D
Yang laki-laki pun semangat belajar di sesi kerajinan tangan ini.:'D

Belajar handycraft dengan Eyang dan mbak Lastri.hehehee...:)


Sesi terakhir berkunjung ke rumah Oma Nina yang letaknya tidak jauh dari rumah Eyang Harini untuk mendapatkan info tentang tanaman-tanaman obat yang cocok untuk masyarakat desa.



-Citra.Pertiwi-

Bersilaturahmi dengan Eyang Harini Bambang ..:'D

Bertempat di kediaman Eyang Harini Bambang di daerah kampung Banjarsari Cilandak Barat, kami berkunjung untuk membicarakan dan sharing untuk realisasi salah satu program kerja KKN kami seputar pengolahan sampah yang masih terus dilakukan dan dikembangkan oleh beliau sejak tahun 80-an. Nenek yang berusia 79 tahun ini begitu ramah menyambut kedatangan kami. Maksud kedatangan kami langsung disambut baik oleh beliau karena menyangkut pemberdayaan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah lebih lanjut untuk menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Kesan pertama saat memasuki ruang kelas beliau yang terletak persis di dekat rumahnya, kami langsung terperangah dan kagum,,hmm.....Subhanallah...deh..
Apalagii,,saat lebih lama kami berada dan mengobrol lebih jauh soal perjuangan dan pengalaman beliau sebagai praktisi dan aktivis lingkungan semakin membuat kami kagum akan sosok yang low profile ini...;')






Seberat apapun pekerjaan yang kita lakukan, jika kita mengerjakannya dengan hati dan penuh cinta, maka pekerjaan itu akan terasa mudah" ujar Eyang.

Kecintaannya pada bidang lingkungan memang sudah ada semenjak beliau masih muda. Kebiasaan yang selalu diajarkan pada kedua orang tuanya terutama ayahnya membuat beliau sangat mencintai tanaman hingga sekarang. Pelajaran motivasi terutama kami dapatkan dari seorang praktisi lingkungan seperti Eyang Harini Bambang ini. Dedikasinya yang tinggi pada lingkungan sekitar terutama masalah pengelolahan sampah menjadi sesuatu yang lebih berharga menjadikan beliau mendapatkan berbagai macam penghargaan seputar lingkungan. Kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar lingkungan baik nasional dan internasional masih dilakukan walau di usia beliau yang sudah memasuki kepala 7. Namun, semangat dan mobilitas yang tinggi sebagai seorang praktisi lingkungan tetap dikerjakan Eyang Harini dengan penuh semangat.

Pada tanggal 23 September 2004, di bawah judul The Green Experience of Banjarsari, UNESCO pernah menulis sebuah feature tentangnya sebagai berikut:

Over the last 8 years UNESCO has been supporting local communities in the vicinity of Jakarta in their efforts to develop and implement simple environmental principles in the context of sustainable village development. Among others, the small kampung (village) of Banjarsari— located only few metres away from the usually traffic-congested Fatmawati Road in South Jakarta— became an inspiring role model in community-based waste management. According to Banjarsari`s inhabitants the 4R-philosophy "reducing, reusing, recycling and replanting" did not only increase their income and quality of life, in addition the community developed an intense sense of pride over their joint achievements.

Over the last years the steeply increasing number of visits by women groups, school classes, journalists, university students, religious leaders, province representatives from all over Indonesia, private company managers, government officials and even Cabinet Ministers indicate the strong interest of the public in the simple lessons of success, which are willingly and enthusiastically shared by the Banjarsari community and its inspiring coordinator, Ibu Harini Bambang Wahono. Her long experience shows, that most of the visitors— despite their wide range in age and educational background— know very little about waste management on the grass roots level. This is not surprising, since even basic principles of environmental education have not been adopted so far in most public schools and on the community level.

On the other hand many visitors are aware that their household waste has become a critical political issue in Jakarta: The lack of appropriate waste dump capacity in the vicinity of Jakarta for its daily 6000 tons of solid waste led to heated political debate and a three months stand off between municipal and provincial governments in the beginning of 2003. Jakarta’s inhabitants were assuming the worst for the case that waste collection and transport were going to collapse, when a final compromise was reached on extended use of the Bantar Gebang waste dump in Bekasi. The positive Banjarsari experience suggests, that it is high time to include the practices of decentralized integrated waste management both in school activities and in neighbourhood association programmes. Such ‘small steps’ may turn out to play a crucial role in addressing Jakarta’s waste problem constructively over the coming years.



GO GREEN,,


I Love My Earth,

Jika Bukan Kita,,siapa lagi??

Masa Orientasi PKL, PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Hari pertama menginjakkan kaki di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. di Gn.Putri, Citeureup Bogor, rasa deg-degan pasti ada di setiap kita akan memasuki dan berada di tempat yang sama sekali baru bagi kita.,,tapi berkat doa orang tua dan berbekal senyum ramah serta rasa optimisme tingkat tinggi, rasa deg-degan itu berhasil di tepis dengan mudah.hehehe.

Masuk pukul 08.30, para peserta PKL berada di ruang B tempat orientasi untuk menerima materi sebelum ditempatkan di Plant masing-masing, hmm, ternyata guys, tak di sangka disana bertemu dengan temen SMP, Sinta Rahmawati. :-D. Total peserta yang mengikuti orientasi sejumlah 16 orang yang terdiri dari mahasiswa dan siswa SMK.



Karena berasal dari jurusan kimia murni, saya ditempatkan di Plant Laboratorium QARD dengan pembimbing PKL Bp.Didik Ariyanto. Awalnya, saya pikir akan langsung melakukan praktek kerja di Plant masing-masing, ternyata para peserta PKL akan menjalani proses orientasi terlebih dahulu selama 3 hari sebelum menjalankan Praktek Kerja di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Materi Orientasi Hari Pertama (01 Februari 2011),
08.00-10.00   Tata Tertib, Peraturan, Tanggung Jawab serta Hak dan Kewajiban
10.00-12.00   Company Profile and Process Production
12.00-13.00   ISOMA
13.00-15.00   Briefing Security and Photo
15.00-17.00   Implementasi K3 di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Materi Orientasi Hari Kedua (02 Februari 2011),
08.00-10.00   Mining
10.00-12.00   Plant Visit
12.00-13.00   ISOMA
13.00-15.00   Alternative Fuel and Raw Material
15.00-17.00   Organizing Company

Masa Orientasi Hari Ketiga (04 Februari 2011),
08.00-09.00   Library
09.00-11.00   ISO
11.00-13.00   ISOMA
13.00-15.00   Penyuluhan dan Pencegahan HIV
15.00-17.00   CSR (Coorporate Social Responsibility)

Hari Pertama (01 Februari 2011), 
sesuai dengan jadwal awal pada hari pertama orientasi,yaitu penjelasan tentang hak dan kewajiban serta tata tertib di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk oleh Pak Dedi. Kami semua memperhatikan dengan seksama setiap poin yang dijelaskan oleh Pak Dedi.

Lanjut ke materi kedua di hari pertama yaitu tentang Company Profile dan Process Production di Indocement. Wow, cukup terkesima dengan penjelasan di materi profil perusahaan. Perusahaan semen terbesar di Indonesia yang telah masuk di bursa efek, penerima PROPER EMAS dari KLH karena kontribusinya di bidang lingkungan, perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima penghargaan dari UNFCC untuk kontribusinya dalam hal pengurangan efek gas rumah kaca serta masih banyak lagi hal yang disampaikan pada materi tentang profil perusahaan ini. Pada materi tentang Proces Production, kita diberi penjelasan tentang proses produksi dari mulai mining sampai pengepakan produk di Indocement.

Selesai ISOMA, kita semua melakukan Briefing dan foto untuk pembuatan ID-Card. Kemudian pemberian materi tentang Implementasi K3 di Indocement. Komitmen tentang keselamatan kerja di PT. Indocement Tunggal Prakarsa menjadi suatu prioritas yang sangat diperhatikan di perusahaan ini. Perlengkapan APD yang sangat lengkap serta sesuai dengan standar internasional wajib dikenakan oleh para karyawan apalagi bagi mereka lulusan teknik yang berada dan ditempatkan di bagian produksi.


Penjelasan di materi K3 ini sangat mengena di hati kami mengenai safety dan keamanan serta keselamatan kerja di sebuah Industri.

"Safety, Keamanan dan Keselamatan Kerja merupakan hal yang harus sangat diperhatikan dan sangat penting dalam Industri"

 

Hari Kedua (02 Februari 2011),
Hari kedua orientasi peserta mendapatkan materi tentang mining (Penambangan) yang merupakan proses awal produksi di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. serta tentang bagaimana ketentuan dan gambaran proses penambangan di PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. untuk menghasilkan 40.000 ton/hari batu kapur dan 6000 ton/hari batu lempung. Bagaimana mengetahui kondisi tanah, pegunungan, dan keadaan serta lingkungan sekitar area penambangan. Dimulai dari penjelasan gambaran tahapan proses drilling, kemudian blasting, loading healing, crushing, dan terakhir proses conveing and stock piling.

Selesai penjelasan tentang gambaran proses penambangan, sesuai dengan jadwal, kami melakukan plant visit mengunjungi dan mengitari Pt.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dengan bus perusahaan. Serasa sedang kunjungan industrii guys,hehehe.

Lanjut ke materi selanjutnya setelah ISOMA yaitu tentang Alternative Fuel and Raw Material. Materi ini sangat menarik perhatian saya karena menyangkut pemanfaatan limbah, baik dari limbah rumah tangga maupun dari industri yang digunakan Indocement sebagai pembangkit bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Penjelasan mengenai gambaran pemanfaatan bahan bakar alternatif yang digunakan Indocement selama proses produksi membuat saya makin kagum dengan industri besar ini. :D

Pengelolahan limbah oleh perusahaan diawasi oleh KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) yang sekarang ini bertugas untuk mengawasi dan mengaudit 700 perusahaan besar yang ada di Indonesia. Dari 700 perusahaan besar ini, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. merupakan satu-satunya perusahaan yang meraih penghargaan PROPER EMAS dari KLH karena telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle dan Recovery), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang. Penjelasan tentang langkah-langkah waste management yang dijelaskan dalam materi ini juga sangat menarik. Pemanfaatan limbah berupa ban-ban bekas dan limbah lainnya yang berjumlah ratusan ton yang diolah sebagai pengganti bahan bakar batu bara telah menjadi kegiatan yang dilakukan oleh Indocement. Akhirnya, dua jam berlalu tanpa terasa tentang penjelasan mengenai gambaran proses pemanfaatan bahan bakar alternatif dan pemanfaatan limbah di Indocement.

Pukul 3 sore, kami menerima penjelasan tentang Organizing yang isinya tentang struktur organisasi PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Penjelasan dibuka dengan pertanyaan "apa itu organisasi?".
Organisasi sendiri seperti yang dijelaskan pada materi organizing ini merupakan kumpulan dari dua orang atau lebih yang mempunyai satu visi yang sama. Hmm,,kalau bicara visi yang sama memang untuk membentuk suatu organisasi yang kuat harus dilandaskan dengan adanya suatu visi yang sama agar terbentuk suatu kekompakan dalam suatu perusahaan. :)

 




-CP- 
Februari 2011.

Stop Bising.!

Hmm, kalo bicara mengenai bising, pasti kita langsung mengarah ke keramaian kota, jalan raya, banyak mobil, bus, motor semuanya berjalan kencang seakan gak pernah letih bersuara,hehe. Musik punk rock, metal, apalagi kita yang hobi mendengarkan ipad lama-lama dengan volume keras serta segala bentuk keramaian lain yang menyumbangkan polusi kebisingan juga kerap kali ada di sekitar kita.

Keadaan ini disebut dengan polusi kebisingan yang kerap kali sering diremehkan oleh masyarakat. 

Orang lebih waspada dengan polusi udara, air, makanan dan berbagai polusi lainnya di sekitar mereka. Padahal, pendengaran kita tak pernah berhenti bekerja sepanjang hayat. Terlebih lagi kondisi lingkungan perkotaan seperti di jakarta dengan tingkat kebisingan hingga mencapai lebih dari 80 dB yang hampir setiap hari kita dengarkan. Padahal, ambang batas yang masih bisa ditolelir telinga hanya 70 dB saja.


Selain untuk mendengar, telinga juga berfungsi untuk menjaga diri, mengatur suhu tubuh, menjaga keseimbangan dan posisi tubuh terhadap gravitasi dan semua gerakan (maju-mundur, ke samping, naik-turun dan sebagainya).  

Hmm, kalo sudah begini guys  
kepedulian tentang masalah polusi kebisingan juga harus mendapatkan perhatian.

Basic Gender Discussion

27 Januari 2011,
Bertempat di sekret IB di daerah Pasar Minggu, Jaksel pada kamis lalu (27/01), SHOUT! IB sebuah gerakan anak muda dibawah bimbingan Indonesia Berseru Aliansi Desa Sejahtera mengadakan public discussion tentang Basic Gender.

Di saung yang letaknya berada di depan halaman sekret IB, suasana diskusi jadi pewe banget,heheehe. Santai tapi mengena. Pokoknya diskusi terbuka yang dibuka dengan santai, penuh canda, tawa tapi isi yang disampaikannya tetap mengena.

Volunteer SHOUT! IB yang datang ada 5 orang karena yang lain sedang berhalangan hadir pada hari kamis lalu. Diskusi tetap berjalan ramai dan menyenangkan dengan suasana asri saung ditemani dengan makanan dan cemil-cemilan yang dibuat oleh mas kusna. Hmm,,top markotop deh kalo lagi berkunjung ke sekretnya IB ini pasti mas kusna bikin lidah kita ngunyah terus..hehheee.:p

Oh yaa,,diskusi IB kali ini fasilitatornya ada mbak Nazla dan Mbak Yeni dari Oxfam Indonesia. Kita juga kedatangan tamu Ms.Grace mahasiswi program master di Melbourne, Australia yang sedang internship di Oxfam Indonesia.


Apa sih Gender itu..?
Gender adalah perbedaan peran, fungsi, tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang hasil konstruksi budaya, tergantung tempat dan dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai perkembangan budaya masyarakat (jaman). Jadi, gender itu berbeda dengan seks.

Gender bisa berbeda-beda penerapannya antara laki-laki dan perempuan bergantung faktor budaya, agama, sosial, politik, hukum, pendidikan yang dapat berubah sesuai konteks waktu, tempat dan budaya.
Hmm, kalo bicara masalah gender pasti kita langsung fokus sama perempuan deh..~
ya, jelas aja..selama ini anggapan tentang perempuan yang begitu beragam dan peran yang berbeda dari laki-laki sudah seperti konstruksi sosial di masa kini.

Masalah Gender kerap kali dianggap sepele oleh banyak orang bahkan oleh korban nya sekalipun, dalam hal ini korban yang paling banyak adalah perempuan yang kerap kali mengalami peminggiran baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Bentuk-bentuk dari ketidakadilan gender yaitu penundukan, peminggiran peran, stereotip, beban ganda yang akhirnya dialami oleh kaum perempuan, termasuk juga didalamnya ada kekerasan dalam rumah tangga yang kerap dialami oleh kaum perempuan. Anggapan dan stereotip masyarakat kebanyakan sudah sangat melekat tentang perbedaan peran perempuan dan laki-laki.

Dalam menjalankan suatu program kampanye, advokasi dan sebagainya pun kita harus menyisipkan masalah gender di dalamnya, karena kita harus memahami bahwa kebutuhan dari laki-laki dan perempuan dalam setiap aspek dan kegiatan berbeda. Dari sini, kita mulai diajak untuk lebih peka pada setiap persoalan, bahwa dimanapun kita, peran gender sangat penting untuk selalu diperhatikan. Jangan sampai terjadi ketimpangan dan ketidakadilan yang timbul dari ketidakpedulian kita pada masalah gender.!

Contoh konkretnya neh kata mbak Yeni yang aktif concern dalam pengurusan pemberian bantuan pada korban bencana, aspek-aspek masalah gender harus dilibatkan disini. Masyarakat selalu memberikan bantuan bahan pangan dan lupa bahwa ada kebutuhan berbeda pada para korban perempuan yang membutuhkan bantuan bukan hanya makanan melainkan hal lain yang juga urgent untuk kebutuhan perempuan pribadi.



Stop Ketidakadilan Gender yang berakibat pada keterpurukan para korbannya.






-CP-
28/01

Training "Gain your Teamwork Skill"


Depok, 7-8th August 2010 - I had followed a training "Gain Your Teamwork skill" in PSJ University of Indonesia. Hmm, having fun with others..with many games, knowledges, experiences, and many more...=).
Started at 09.00 AM on Saturday morning on the 7th August 2010 until the 8th of August 2010,,hmm that was really funny.
I've got many experiences, many knowledges about teamwork skill.hmmm,,nicee..=)

Training day 1,,
We played 2 games in the first day of training. The first game was we made a tower from chopsticks, straws, etc. Hahaha, that was fun, we discussed about the shape of the tower that would we made. The second games called "unruly yarn", we must arranged the yarn to be better and not unruly again without removed the yarn in our hand..hoho, it was really little bit hard, but still fun.hahaha.:D

Training Day 2,,
We played 2 games again. The first game was called "broken square". Hmmm, our solidarity is really important in this games. Togetherness we arranged the broken square. We was helping each others to arranged its. And we successed, we could arranged the broken square. Hmm,niceee..:).hehehe.

Next game was we made the eggs protector so that we throw away that eggs, it didn't crack. hohoho, We successed to make the eggs protector from newspapers, straws, etc.

Pemanfaatan Jejaring Sosial yang Optimal dan Sehat

Jejaring sosial merupakan sesuatu yang sangat digandrungi saat ini. Bukan hanya dari kalangan remaja tetapi semua kalangan juga sangat menggandrungi jejaring sosial. Dari mulai facebook, twitter, blog, kaskus, dan masih banyak lagi jejaring-jejaring sosial yang merajalela di dunia maya ini. Semuanya mengarah pada satu tujuan, yaitu bersosialisasi dengan berbagai budaya, saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan banyak orang di dunia maya serta untuk media promosi.

Keberadaan dunia maya yang sangat terkenal ini tidak terlepas dari fungsinya yang sangat besar bagi kalangan masyarakat. Media penyebaran dan penyampaian informasi, berita, promosi dan lain-lain dengan akses internet yang cepat dan tidak memakan biaya yang besar bahkan gratis merupakan sesuatu hal yang menjadikan jejaring sosial amat digandrungi oleh berbagai kalangan.

Para pebisnis, pengusaha, dan lainnya yang aktif berkecimpung di dunia bisnis saat ini secara optimal memanfaatkan jejaring sosial untuk mempromosikan dan menyebarkan informasi bisnis mereka melalui jejaring-jejaring sosial yang tidak memakan biaya besar tetapi faktanya memang dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar melalui bentuk promosi-promosi mereka.
Keuntungan optimal tentu saja tidak hanya bagi para pebisnis dan pengusaha semata, kalangan remaja dan mahasiswa juga bisa mendapatkan keuntungan optimal dari jejaring-jejaring sosial yang mereka miliki jika mereka benar-benar memanfaatkannya secara optimal dan secara sehat.

Dalam jejaring sosial, kita seperti terhubung dalam berbagai kumpulan komunitas yang ada di dunia maya. Dari berbagai kumpulan komunitas ini kita sebagai remaja/ mahasiswa dapat dengan mudah mendapatkan informasi-informasi seminar, pelatihan, workshop dan berbagai pemberitahuan lain secara mudah melalui jejaring sosial, dan yang paling penting adalah terhubungnya network dari berbagai kalangan yang nantinya akan sangat bermanfaat.
Seperti contohnya pada jejaring sosial facebook dan twitter yang bisa kila lihat banyak sekali komunitas-komunitas yang dapat kita follow dan kita pun dapat berdiskusi dan bergabung dalam rutinitas komunitas tersebut hingga akhirnya terbentuklah network yang kuat.
Acara diskusi dan pelatihan nyata yang kita ikuti dari acara yang diadakan komunitas yang kita ikuti tersebut sangat menjadikan dan melatih kita untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lebih banyak orang dan organisasi hingga lagi-lagi yang paling penting adalah dapat menambah network kita.

Dengan jejaring sosial ini, kita juga bisa menyalurkan hobi serta menambah penghasilan. Contohnya yaitu bagi kita yang hobi menulis, dapat dengan mudah mencari informasi tentang perlombaan-perlombaan seputar menulis yang diadakan jejaring-jejaring sosial. Hobi menulis kita pun dapat kita salurkan di perlombaan tersebut. Keuntungan dari hadiah pada berbagai perlombaan menulis pun menjadikan kita yang hobi menulis untuk semakin produktif dan kreatif dalam menciptakan tulisan.

Jejaring-jejaring sosial memang dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi semua kalangan jika kita secara sehat memanfaatkannya. Pemanfaatan jejaring sosial yang tidak sehat hanya akan membuang-buang waktu yang bahkan akan dapat menimbulkan kerugian bagi pemiliknya. Oleh karena itu pemanfaatan jejaring-jejaring sosial secara sehat akan menghasilkan keuntungan yang optimal bagi kita.